SuaraJabar.id - Adi Slamet masih tidak habis pikir dengan adanya tarikan dana untuk penguburan sang ibu yang meninggal lantaran Covid-19 di pemakaman khusus warga yang terjangkit Virus Corona di kawasan Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Padahal, dia mengira biaya pemakaman jenazah pasien Covid-19 semestinya ditanggung pemerintah, tapi dalam praktiknya tidak semanis yang dibayangkan.
Dari pengalamannya, dia harus mengeluarkan uang Rp 2,5 juta untuk biaya penguburan sang ibu yang dibayarnya secara pribadi di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat.
Dia bercerita, awalnya jenazah almarhumah akan dimakamkan di TPU Jati Desa Mandalasari. Namun karena dilarang aparat desa setempat dan dikhawatirkan memicu penolakan warga, akhir dipilih pemakaman umum khusus Covid-19.
"Jadi waktu itu Hari Kamis 17 Juni 2021, ibu saya meninggal dunia di rumah sakit di kawasan Cimahi. Akhirnya diputuskan, untuk dimakamkan di Pemakaman khusus di Cioray. Saya tanya biayanya berapa, kepala dusun bilang sekitar 2 jutaan. Saya langsung transfer agar bisa segera dilakukan penggalian dan pemakaman. Awalnya Rp2 juta, nambah Rp 500 ribu jadi total Rp 2,5 juta," jelasnya saat dihubungi Ayobandung.com-jaringan Suara.com pada Kamis (29/7/2021).
Meski begitu, Adi mengaku tidak keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan tersebut.
Namun, dia berharap pemerintah daerah dari tingkat desa hingga kabupaten bisa menjelaskan secara rinci hak dan kewajiban warga yang terpapar Covid-19 kepada seluruh warga, baik saat isolasi maupun saat meninggal dunia. Agar warga tahu mana hak dan mana kewajiban, termasuk bisa mengetahui mana kewajiban warga dan kewajiban pemerintah.
"Tolong dibuka ke publik hak dan kewajiban warga yang terkena Covid-19 termasuk yang meninggal. Kalau ada bantuan bentuknya apa? Itu dijelaskan, sehingga semua tahu. Dalam perjalanannya saya tidak pernah diberi tahu, apakah proses pemakaman ini di-cover pemerintah atau tidak. Jadi saya kasih saja," katanya.
Dia bahkan menyatakan, keterbukaan akan sangat penting agar tidak ada warga yang berpikiran berlebih sehingga menuduh pemerintah di tingkat desa hingga atasnya.
Baca Juga: Lahan Pemakaman Khusus Covid-19 Penuh, TPU Tegal Alur Hanya Layani Sistem Tumpang
"Kami tidak punya pikiran aneh-aneh untuk menuduh pihak desa dan pemerintah. Kita sebenarnya nggak masalah soal bayar uang, tapi ini kan beda soal kalau yang kena musibah orang yang tidak mampu," jelasnya.
Sementara dari hasil penelusuran Ayobandung.com, ongkos pemakaman jenazah khusus pasien Covid-19 di Cipatat dipatok bervariasi. Mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 2,5 juta.
Keluarga pasien pun dipungut biaya dengan dengan berbagai alasan, mulai dari upah penggali, konsumsi, hingga APD penggali kubur.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Ketua Satgas Harian Covid-19 KBB Asep Sodikin memastikan tidak ada biaya yang dibebankan kepada keluarga dalam pengurusan jenazah pasien Covid-19.
Lantaran, pemerintah daerah telah mengcover anggaran pemakaman termasuk gaji tukang gali kubur.
"Kita pastikan harusnya tidak ada biaya. Gaji tukang gali sudah dianggarkan dari zakat profesi ASN karena hasil konsultasi mereka masuk delapan asnaf," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna