SuaraJabar.id - Para pebisnis pariwisata berharap ada kebijakan baru dari pemerintah untuk membuka kembali objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sebab, para pelaku pariwisata mengatakan kondisi bisnis pariwisata kini semakin terpuruk setelah sebulan lebih ditutup.
Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB Eko Suprianto mengatakan, para pengusaha pariwisata di KBB sudah menyatakan kesiapan menerima lagi kunjungan jika sudah diizinkan.
Bahkan, rencananya pariwisata di KBB hanya diperuntukan bagi wisatawan yang sudah divaksinasi COVID-19.
"Kami bikin angket pada anggota yang menyatakan kami siap menerima tamu yang sudah divaksin COVID-19. Kami menerima tamu yang sudah divaksin aman buat kami dan karyawan, juga buat pengunjung," kata Eko saat dihubungi, Minggu (8/8/2021).
Dirinya membeebrkan, saat ini sudah ada 53 perusahaan pariwisata di bawah naungan PHRI KBB yang menyatakan siap dan berkomitmen mendukung penerapan syarat sudah divaksinasi bagi wisatawan yang datang.
Namun keputusannya sepenuhnya diserahkan kepada Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) KBB.
"Keputusan tetap ada di dinas, yang penting kita sudah berusaha sambil menunggu kabar baiknya," kata Eko.
Seperti diketahui, objek wisata di KBB terpaksa harus ditutup kembali seiring diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat-PPKM Level 4 sejak 3 Juli hingga 9 Agustus mendatang.
Baca Juga: Kereta Cepat Jakarta Bandung akan di Uji Coba Oktober 2022
Kebijakan tersebut membuat para pengusaha wisata oleng. Tak ada pemasukan akibat sektor wisata wajib tutup, namun mereka tetap harus membayar biaya operasional dan perawatan objek wisata hingga pegawai.
Meski begitu, mereka tak mau latah ikut mengibarkan bendera putih maupun bendera kuning sebagai tanda menyerah dari hantaman pandemi COVID-19 seperti pengusaha wisata dari daerah lainnya seperti Garut, Sumedang, hingga Kabupaten Bandung.
"Soal pengibaran bendera (putih), kalau ada perusahaan (pengusaha wisata) yang mau mengibarkan saya sih tidak melarang. Tapi kalau organisasi tidak mau mengakomodir untuk itu," ungkap Eko.
Berita Terkait
-
Empat Raksasa Bertemu di Semifinal, Piala Presiden 2026 Menempa Sang Juara
-
Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan
-
Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Pria di Kota Banjar Ditemukan Meninggal dengan Luka Tusuk, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
The Caffeine Club Hadir di Bandung, Bisa Ngopi Setiap Hari Selama Sebulan
-
Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Igor Tolic Apresiasi Perjuangan Pemain
-
Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara