SuaraJabar.id - Iwan Fals mengaku bersyukur Presiden Jokowi turunkan harga tes PCR.
Namun ia mengatakan dirinya bakal lebih bersyukur jika pemerintah menggratiskan tes PCR.
Hal itu diungkapkan musisi Iwan Fals lewat akun Twitter miliknya.
"Alhamdulillah, tapi lebih Alhamdulillah lagi klo gratis kayak vaksin Pak," cuit Iwan Fals mengomentari berita perintah Jokowi menurunkan harga tes PCR.
Baca Juga: Minta Hasil Bisa 1x24 Jam, Presiden Jokowi: Harga Tes PCR Maksimal Rp 550 Ribu
Seorang warganet menanggapi cuitan Iwan Fals ini. Menurutnya, PCR gratis bisa didapat di puskesmas.
Iwan Fals mengaku baru tahu ada tes PCR gratis di puskesmas.
"Serius?" tanya Iwan Fals mengenai PCR gratis di puskesmas.
Warganet itu membalas bahwa PCR di puskesmas memang gratis tapi hanya diperuntukkan yang bergejala dan untuk keperluan tracing.
Menurut Iwan Fals sejauh ini kinerja pemerintahan Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih baik.
Baca Juga: Tes PCR Mahal, Pengusaha Sampai Mau Impor Sendiri dari India
Ini terlihat dengan adanya program vaksin gratis bagi masyarakat.
Hanya saja Iwan Fals menyarankan pemerintah tidak hanya menggratiskan vaksin tapi juga tes PCR.
"Harusnya kalo bisa gratis semua seru juga kali. PCR gratis.Vaksin gratis. Kalo PCR nya ga gratis, orang yang ga punya uang ga bisa PCR," kata ayah Cikal Rambu Basae ini di Youtube Iwan Fals Official beberapa waktu lalu.
Harga Tes PCR Maksimal Rp 550 Ribu
Pemerintah menurunkan harga tes PCR maksimal sebesar Rp 550 ribu.
Kabar mengenai turunnya harga tes PCR disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Minggu (15/8/2021).
Jokowi meminta agar harga maksimal tes "PCR" (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi COVID-19 adalah sebesar Rp 550 ribu.
Selain itu Jokowi juga meminta hasil tes PCR dapat diketahui maksimal 1x24 jam.
"Saya sudah berbicara dengan menteri kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes 'PCR' ini berada di kisaran antara Rp450 ribu sampai Rp 550 ribu," kata Presiden Jokowi melalui kanal "Youtube" Sekretariat Presiden Jakarta, Minggu (15/8/2021) dikutip dari Antara.
Tes PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS CoV-2 dengan mendeteksi DNA virus. WHO juga merekomendasikan metode tes PCR untuk mendeteksi COVID-19.
"Selain itu saya minta juga agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam, kita butuh kecepatan," ucap Presiden.
Presiden berharap dengan rentang harga tersebut maka tes COVID-19 akan semakin banyak.
"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR," ujar Presiden menambahkan.
Berita Terkait
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Belum Lebaran ke Megawati, Jokowi Disebut Masih Komunikasi dengan PDIP Lewat Puan
-
Ada 'Wisata Jokowi' di Solo yang Sempat Bikin Wamendagri Penasaran, Apa Itu?
-
Belum Ada Ucapan Maaf Lebaran dari Jokowi-Gibran ke Megawati, Guntur Romli PDIP: Tak Diharapkan Juga
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar