SuaraJabar.id - Kisah ironis datang dari dunia pertanian di Cianjur, Jawa Barat. Bantuan pemerintah yang seharusnya menjadi berkah untuk meningkatkan produktivitas para petani, justru berakhir menjadi bancakan oknum tak bertanggung jawab.
Udan Supena, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cikawung 3 di Kecamatan Cidaun, kini harus memakai rompi oranye tahanan setelah ditangkap oleh Kepolisian Resor Cianjur.
Ia diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dengan menjual satu unit traktor roda empat bantuan pemerintah yang baru sebulan diterima oleh kelompoknya. Bantuan yang diperjuangkan untuk kepentingan bersama itu raib demi keuntungan pribadi.
Kasus ini berawal dari inisiatif Gapoktan Cikawung 3 yang mengajukan permohonan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada pemerintah pusat.
Menurut Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, pengajuan ini difasilitasi melalui dana aspirasi seorang anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cianjur.
Setelah proses pengajuan yang sukses, traktor roda empat yang sangat dinantikan itu akhirnya tiba pada Agustus 2020. Namun, kebahagiaan para petani hanya seumur jagung.
"Bantuan tersebut cair pada Agustus 2020, selang satu bulan pelaku menjual pada seseorang di wilayah Lampung dengan harga Rp120 juta," kata AKP Tono Listianto dilansir dari Antara.
Tindakan nekat Udan Supena ini dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan sebagian besar anggota kelompok tani yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.
Uang Rp 120 Juta Dipakai Pribadi, Anggota Lain Diberi 'Uang Tutup Mulut'?
Baca Juga: Ramzi Alami Insiden Jatuh dari Kuda, Respons Tak Terduga Netizen Curi Perhatian
Ke mana perginya uang hasil penjualan aset kelompok tani tersebut?
Hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa dana segar sebesar Rp 120 juta itu mayoritas masuk ke kantong pribadi Udan Supena.
Mirisnya, sebagian kecil dari uang haram tersebut diduga digunakan untuk membungkam pihak lain.
"Uang hasil penjualan traktor langsung digunakan untuk keperluan pribadi pelaku, sekitar Rp18 juta diberikan pada salah seorang anggota kelompok tani yang selama ini mengusung pengajuan bantuan melalui anggota DPR RI Dapil Cianjur," ungkap AKP Tono.
Hal ini mengindikasikan adanya potensi keterlibatan pihak lain, setidaknya sebagai pihak yang mengetahui namun memilih diam setelah menerima bagiannya.
Pekerjaan rumah pihak kepolisian belum selesai. Kini, fokus utama adalah melacak keberadaan barang bukti utama, yaitu traktor yang telah dijual.
Berita Terkait
-
Ramzi Alami Insiden Jatuh dari Kuda, Respons Tak Terduga Netizen Curi Perhatian
-
7 Fakta Miris Penemuan Jasad Bayi di Sungai Cianjur: Luka Misterius hingga Dugaan Pelaku Orang Luar
-
Keji! Jasad Bayi Ditemukan di Sungai Cianjur dengan Luka Misterius, Polisi Buru Orang Tua
-
Di Balik Manisnya Gula Aren, Ada Kisah Petani Penyintas Bencana yang Menjaga Bumi Pertiwi
-
Butuh Uang Tunai Mendesak? Ini Daftar ATM 24 Jam di Cianjur yang Bisa Jadi Penyelamat
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama
-
Revitalisasi Desa Segera Disiapkan, Jangkau 1.500 Tempat di 35 Provinsi
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana