SuaraJabar.id - Hati warga Kampung Pasir Nangka, Desa Sindangjaya, Cianjur, terkoyak oleh penemuan tragis di aliran sungai setempat pada Minggu pagi.
Jasad seorang bayi laki-laki yang diperkirakan baru berumur satu hari ditemukan dalam kondisi mengenaskan, memicu perburuan besar-besaran oleh pihak kepolisian untuk mengungkap siapa orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Kasus ini menjadi pukulan telak yang menyoroti sisi tergelap kemanusiaan, di mana seorang anak yang tak berdosa harus mengakhiri hidupnya bahkan sebelum sempat merasakannya.
Kronologi Penemuan yang Mengguncang Warga
Penemuan yang memilukan ini bermula dari aktivitas rutin seorang warga yang sedang membersihkan tumpukan sampah di pintu air sungai.
Di antara sampah-sampah itu, ia melihat sesuatu yang tak biasa sesosok jasad mungil yang mengambang.
Kapolsek Ciranjang AKP Yuddi Suharjo menjelaskan detik-detik penemuan tersebut.
"Pertamakali ditemukan warga yang sedang membersihkan sampah di sungai, tiba-tiba melihat jasad bayi yang mengambang lengkap dengan ari-ari-nya," kata AKP Yuddi.
Saksi yang terguncang segera melaporkan temuannya ke aparat desa, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Ciranjang.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad bayi malang tersebut.
Baca Juga: 7 Fakta Miris Kematian Balita Raya: Bukan Cacing, Sepsis dan Alarm untuk Layanan Kesehatan Kita
Luka Misterius di Tubuh Bayi Malang
Pemeriksaan awal di lokasi mengungkap sejumlah fakta yang membuat kasus ini semakin kelam.
Bayi laki-laki dengan berat sekitar 3 kilogram dan panjang 52 sentimeter itu ditemukan dalam kondisi tubuh yang masih segar, menandakan ia belum lama meninggal.
Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah temuan sejumlah luka di tubuhnya, yang mengindikasikan kemungkinan adanya kekerasan sebelum atau saat ia dibuang.
“Melihat dari kondisinya bayi tersebut dilahirkan pada malam hari. Saat ditemukan terdapat luka di bagian leher kiri, luka di atas kepala, dan memar di pinggang," ungkap Kapolsek.
Temuan luka ini menjadi fokus utama penyelidikan polisi untuk menentukan apakah bayi tersebut meninggal sebelum atau sesudah dibuang ke sungai. Jasadnya kini telah dievakuasi ke RSUD Cianjur untuk proses autopsi.
Tim penyidik Polsek Ciranjang kini bekerja keras mengumpulkan kepingan puzzle untuk menemukan pelaku.
Sejumlah saksi dari warga sekitar telah dimintai keterangan, terutama mereka yang mungkin melihat aktivitas mencurigakan di sekitar sungai satu hari sebelumnya.
“Penyelidikan dan pendalaman masih dilakukan serta meminta keterangan saksi lainnya yang sempat melihat kegiatan orang di pinggir sungai satu hari sebelumnya," kata AKP Yuddi.
Sementara itu, kecurigaan warga lokal mengarah pada pelaku yang berasal dari luar kampung.
Mereka meyakini tidak ada warganya yang sedang hamil tua dalam beberapa bulan terakhir, sehingga kemungkinan besar pelaku sengaja datang ke lokasi tersebut untuk menghilangkan jejak.
"Dugaan kami orang luar kampung sengaja membuang bayi di saluran sungai untuk menghilangkan jejak, karena selama ini tidak ada warga kami yang hamil tua," kata Malik (39), salah seorang warga sekitar. [Antara].
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Miris Kematian Balita Raya: Bukan Cacing, Sepsis dan Alarm untuk Layanan Kesehatan Kita
-
Jabar Media Summit 2025: Ikhtiar Media Lokal Bertahan di Tengah Gempuran Disrupsi Digital dan AI
-
Teladan Sejati, Kisah H. Usa: Ulama Ciseeng yang Danai Pejuang hingga Wakafkan Seluruh Hartanya
-
Terbongkar! Jaringan Pakaian Bekas Ilegal Ratusan Miliar di Jawa Barat
-
Mobil SMAN 5 Taruna Brawijaya Hantam Truk di Tol Jombang, Empat Orang Terluka Parah
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Izin Investor Tapi Melanggar, WNA Arab Saudi di Cianjur Resmi Diusir dan Masuk Daftar Cekal
-
Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
-
Tahun Kuda Api, BRI Hadirkan Imlek Prosperity 2026
-
Catat Tanggalnya! CGM Bogor 1-3 Maret 2026: Perayaan Unik Harmoni in Diversity
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal