SuaraJabar.id - Ahli forensik Reza Indragiri Amril memberikan komentar terkait pengungkapan kasus pembunuhan Tuti dan anaknya Amel di Subang.
Reza memberikan komentar terkait dipanggilnya kembali Yosef Hidayah yang merupakan suami Tuti dan ayah Amel beserta istri mudanya Mimin.
Menurut dia tentu ada hal lain yang hendak ingin digali Polisi dari mereka.
“Ketika seseorang dipanggil ulang untuk penyelidikan, BAP tambahan boleh jadi ada kesan kesimpangsiuran dari keterangan mereka sebelumnya,” katanya dikutip dari Hops.id-jejaring Suara.com, Kamis (2/9/2021).
Reza sendiri merasa wajar jika keterangan keduanya baik Yosef maupun Mimin menjadi agak berbeda.
Sebab ada pula kemungkinan kalau tingkat stres keduanya sedang tinggi. Apalagi kasus ini berjalan begitu lama, sehingga tentu para saksi saling khawatir.
“Siapa sih yang suka dipanggil Polisi. Orang normal yang dipanggil saja interpretasinya sudah ke mana-mana, degup jantung jadi bertambah berkali-kali lipat, apalagi dalam kondisi stres. Makanya dalam psikologi forensik Polisi jangan pernah hanya mengandalkan keterangan saksi,” katanya.
Sebab keterangan saksi gampang terdistorsi, bisa berbelok kanan dan kiri, mudah terfragmentasi seiring stres tinggi dan jangka waktu pengungkapan yang begitu lama.
“Kalau kita menyimak ada ketidaksinkronan keterangan, mungkin akan memunculkan dugaan jangan-jangan dua orang ini orangnya. Maka itu oleh Polisi diuji lagi, maka dipanggil lagi.”
Lokasi tak steril
Dia juga menyayangkan lamanya waktu pengungkapan kasus ini. Sebab sudah 2 minggu berlalu. Di mana lokasi TKP pasti sudah jauh dari steril.
Baca Juga: Dendam Kesumat Berujung Tragedi, Anak Bunuh Ayah dan Abang Kandung Sendiri
Apalagi sejumlah saksi seperti Yosef, Mimin, kakak korban, sampai keluarga dan kekasih korban juga terus diperiksa.
Menurut dia, dalam teori populer, waktu krusial pengungkapan Polisi itu ada di 2×24 jam. Sebab jika lebih dari itu, maka akan semakin tinggi kompleksitasnya, di mana kondisi TKP akan makin jauh dari steril.
“Kalau itu jadi acuan berpikir, maka semakin berjalannya waktu seperti seminggu-dua minggu, maka Polisi akan butuh kerja ekstra lagi,” kata Reza.
Walau demikian, dia tentu memahami jika teori itu tentu tak bisa dipukul rata pada tiap kasus pembunuhan. Seperti cara Polisi mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti-Amel, di Subang.
Sebab, bisa jadi pelaku di kasus ini memang cerdas, rapi, dan betul-betul mempelajari bagaimana dia bisa melarikan diri dengan aman dari TKP, tanpa terbaca jejaknya oleh Polisi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan diperiksanya lagi Yosef Hidayah dan Mimin dalam penyelidikan kasus pembunuhan Subang. Ini diperlukan untuk menambah keterangan tambahan.
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Stok Beras Bulog Jabar Capai 623,9 Ribu Ton, Aman hingga Panen Raya 2027
-
Titik Api Tak Terdeteksi, Petugas Fokus Dinginkan Tiga Blok Gunung Ciremai
-
Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya
-
Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP
-
Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor