SuaraJabar.id - Petani sayuran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan harga jual hasil pertanian yang rendah dan tak sebanding dengan ongkos produksi.
Menurut para petani, rusaknya harga sejumlah komoditis sayuran diperparah dengan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Padahal, kualitasnya cukup bagus.
"Harga-harga sayuran sedang murah, paling bagus cuma harga tomat yang masih tinggi sekitar Rp12.000 perkilogram, yang lainnya hancur," ungkap Ana (50) salah seorang petani asal Ana, Kampung Cisalasih, Desa Cikidang Kecamatan Lembang, KBB pada Kamis (2/9/2021)
Ia menyebutkan, ada beberapa jenis sayuran yang saat ini harganya murah di antaranya burkoli Rp.3000 perkilogram, selada atau lettuce Rp 500, buncis Rp 2.000 perkilogram dan cabe rawit Rp 10.000 perkilogram.
Normalnya, menurut Ana, harga sayuran seperti selada dijual dengan harga Rp2.000 dan burkoli Rp10.000 perkilogram.
Dirinya harus gigit jari lantaran mulai dari menanam hingga panen butuh ongkos panen yang cukup besar.
Saking murahnya harga selada, petani lainnya malah membiarkan tanamannya tidak diurus hingga kering.
Bahkan ada pula petani yang kecewa terpaksa memberikan hasil panen untuk pakan ternak sapi.
"Harga itu juga cengek (cabe rawit) yang kualitasnya bagus, kalau jelek mah lebih murah lagi. Persoalannya, hasil pertanian tidak bisa masuk pasar induk, jadinya kita rugi besar," ujarnya.
Kendati begitu, ia tetap harus menjual hasil panen pertanian miliknya, meskipun hasilnya minim namun masih bisa mendapatkan penghasilan. Minimal sebagai ongkos lelah ketika harus berjibaku di kebunnya.
Baca Juga: Bahagianya Menjadi Petani Muda, Usia 18 Tahun Bisa Beli Tanah
"Ada yang tetap dipanen, sebagian lagi masih diurus dan tetap disiram sambil menunggu harga kembali stabil," tuturnya.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian KBB, Asep Azhar mengakui memang harga sayuran memang harganya anjlok baik di tingkat petani maupun pasar tradisional.
Ia mencontohkan harga cabai yang terjun bebas sejak beberapa pekan terakhir. Sempat menyentuh angka Rp 60-80 ribu per kilogram pada awal bulan Ramadan, harga cabai di KBB kini merosot ke angka Rp 22 ribu per kilogram.
Data itu didapat hasil pengamatan Dinas Perdagangan Bandung Barat di 7 tiga pasar yaitu Pasar Tagog Padalarang, Pasar Curug Agung, Pasar Cisarua, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cililin, Pasar Batujajar dan Pasar Sindangkerta harga cabai rawit cenderung terus menurun sejak beberapa pekan terakhir.
"Harga cabai keriting terus turun dari harga Rp 28.000 pekan lalu, kini ke Rp 22.000 per kilogram. Untuk cabai biasa dari Rp 30.000 ke Rp 28.000. Penurunan harga cabai keriting ditandai dengan melimpahnya stok," ungkap Asep.
Menurut Asep ada berbagai kemungkinan merosotnya harga cabai di sejumlah pasar KBB. Seperti panen raya di sejumlah daerah penghasil sehingga menimbulkan stok melimpah.
Berita Terkait
-
Prabowo Janji Tak Boleh Ada Rakyat Indonesia Kelaparan, Petani Harus Disejahterakan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula
-
Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin
-
Modernisasi Pertanian Tak Cukup dengan Alat, Pengetahuan Petani Harus Ditingkatkan
-
Harga Beras Melonjak Mahal karena El Nino, Warga Miskin India Mulai Was-was Kelaparan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
131 Cabang Serentak Gelar BRI KKB Expo 2026, Yuk Wujudkan Mobil Impian
-
Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak
-
Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan
-
Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang