-
Pemugaran Situs Gunung Padang sedang dilakukan untuk mengembalikan bebatuan teras utama ke posisi semula, memastikan struktur asli dan memperpanjang usia situs warisan dunia tertua.
-
Pemugaran fokus pada rekonstruksi bebatuan yang bergeser/rebah dan penguatan teras samping agar tidak longsor. Targetnya, tampilan baru struktur awal situs hadir awal tahun.
-
Penelitian dan pemugaran situs ini menggunakan pola kolaborasi antara kementerian dan pihak swasta untuk penataan ulang teras dan pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan situs.
SuaraJabar.id - Bagi para pecinta sejarah dan pemburu misteri peradaban kuno, nama Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pasti sudah tidak asing lagi.
Situs yang digadang-gadang sebagai salah satu warisan peradaban tertua di dunia ini kini tengah memasuki babak baru.
Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Gunung Padang resmi memulai proyek pemugaran ambisius pada pertengahan Desember 2025 ini.
Tujuannya bukan mengubah keaslian, melainkan mengembalikan kejayaan masa lalu dengan merekonstruksi posisi bebatuan di teras utama yang selama ini berserakan atau mengalami pergeseran akibat faktor alam dan usia.
Ketua Tim Penelitian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi timnya cukup kompleks.
Pemugaran ini melibatkan lapisan budaya yang tidak hanya ada di permukaan, tetapi juga yang terpendam di bawah tanah.
"Pemugaran tahap awal fokus pada perbaikan struktur bebatuan di teras utama atau yang tampak di permukaan saat ini yang mengalami pergeseran, dikembalikan ke posisi asal," kata Ali Akbar, Senin (15/12/2025).
Secara teknis, tim arkeolog akan melakukan rekonstruksi posisi batu. Batu-batu kolosal yang dulunya berdiri tegak namun kini ditemukan dalam kondisi rebah atau jatuh, akan didirikan kembali.
Ali Akbar dan timnya bekerja berpacu dengan waktu. Selain aspek estetika sejarah, penguatan struktur juga menjadi prioritas demi keselamatan situs dan pengunjung.
Tim melakukan penguatan pada teras samping situs untuk mencegah risiko longsor yang bisa mengancam kelestarian situs.
Baca Juga: Rute Eksotis Jakarta-Cianjur Batal Dilayani KA Jaka Lalana, Ternyata Ini Penyebabnya
"Sehingga awal tahun sudah ada tampilan baru berdasarkan struktur awal dari Situs Gunung Padang," ucapnya optimis.
Proyek pemugaran ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Peluncuran pemugaran ini dihadiri langsung oleh Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), didampingi Gubernur Jawa Barat dan Bupati Cianjur.
Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, Restu Gunawan, menekankan bahwa penyelamatan Gunung Padang adalah prioritas nasional mengingat statusnya sebagai warisan dunia yang tak ternilai.
"Pola kolaborasi diterapkan agar semua pihak, termasuk pengusaha, kami ajak untuk berkontribusi menjaga dan membangun fasilitas pendukung di kawasan Situs Gunung Padang," katanya. [Antara].
Berita Terkait
-
Rute Eksotis Jakarta-Cianjur Batal Dilayani KA Jaka Lalana, Ternyata Ini Penyebabnya
-
5 Fakta Panas Demo Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Soal Geothermal: Dari Jejak Digital Hingga Gempa
-
Ratusan Warga Serbu Kantor Bupati Cianjur Tolak Proyek Geothermal Gunung Gede - Pangrango
-
KA Jaka Lalana Rute Jakarta-Cianjur Resmi Beroperasi 14 Desember: Cek Jadwal dan Rutenya!
-
Jalur KA Jaka Lalana Jakarta-Cianjur Segera Dibuka, Bupati: Siap-Siap Ekonomi Meroket
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas