-
DPRD Bogor dukung program penanaman dan perawatan pohon Pemprov Jabar untuk memulihkan hutan yang 80% rusak dan mengoptimalkan fungsi ekologisnya.
-
Program ini melibatkan masyarakat dengan insentif Rp50 ribu/hari, menjadikannya pendekatan strategis yang berdampak ganda pada lingkungan dan ekonomi warga sekitar hutan.
-
Meskipun didukung, DPRD Bogor menekankan perlunya kejelasan teknis implementasi dan sosialisasi resmi program, karena banyak daerah yang belum menerima informasi.
SuaraJabar.id - Di tengah ancaman bencana ekologis yang mengintai, sebuah terobosan "hijau" yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat sorotan tajam sekaligus dukungan dari legislatif daerah.
DPRD Kabupaten Bogor menilai program penanaman dan perawatan pohon yang diusung Gubernur Dedi Mulyadi sangat relevan dan mendesak untuk segera dieksekusi.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, mengungkapkan bahwa mayoritas hutan di Jawa Barat dalam kondisi sakit parah.
"Mengingat kondisi hutan di Jabar yang masih berfungsi baik saat ini hanya sekitar 20 persen, sedangkan sisanya dalam keadaan rusak," kata Aan, Selasa 16 Desember 2025.
Bagi Kawan Muda yang sedang mencari penghasilan tambahan sekaligus ingin berkontribusi nyata bagi bumi, program ini terdengar sangat seksi.
Gubernur Dedi Mulyadi tidak hanya meminta warga menanam sukarela, tetapi menawarkan insentif ekonomi. Warga yang berpartisipasi menanam sekaligus merawat pohon di wilayahnya dijanjikan insentif sebesar Rp50.000 per hari.
Skema ini dinilai Aan sebagai langkah cerdas. Pelibatan masyarakat dalam rehabilitasi lingkungan bukan sekadar proyek fisik, melainkan pendekatan strategis untuk membangun sense of belonging (rasa memiliki).
Dampak positif dari program ini diprediksi akan menyasar dua sektor sekaligus:
- Pemulihan Ekologis: Memperbaiki lahan kritis dan mengembalikan fungsi hutan sebagai penyerap air.
- Ekonomi Kerakyatan: Membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat, terutama di desa sekitar hutan dan daerah rawan bencana yang seringkali minim lapangan kerja.
Meski idenya brilian, eksekusi di lapangan tidak boleh asal jalan. DPRD Kabupaten Bogor memberikan catatan penting agar program ini tidak berakhir wacana atau salah sasaran. Aan menekankan pentingnya kejelasan teknis pelaksanaan, terutama mengenai siapa melakukan apa.
Baca Juga: Pecah Rekor! Indonesia Akhirnya Ekspor Langsung 48 Ton Durian Beku ke Tiongkok
Hingga saat ini, sosialisasi resmi terkait mekanisme program belum sepenuhnya sampai ke level bawah. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengaku belum menerima informasi teknis resmi dari Pemprov Jabar. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan administrasi dan tumpang tindih anggaran.
"Pentingnya kejelasan teknis pelaksanaan agar program berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama terkait pembagian peran antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah," ujar politisi tersebut mengingatkan.
Berita Terkait
-
Pecah Rekor! Indonesia Akhirnya Ekspor Langsung 48 Ton Durian Beku ke Tiongkok
-
Bye-bye Macet Limbangan! Target Tuntas Tol Cigatas Tembus Garut-Tasik 2027
-
Rencana Dedi Mulyadi Ganti Konsultan Pengawas dengan Mahasiswa Tuai Kecaman Keras
-
Sindiran Menohok Dedi Mulyadi Pasca Banjir Bandang: Belanda Tinggalkan Gedung Kokoh, Kita Apa?
-
Lupakan Jokes Planet Lain: 5 Hidden Gem Wisata Alam dan Kuliner Kota Bekasi untuk Libur Akhir Tahun
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Resmi Terbentuk Rumah Besar Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
-
5 Poin Penting Laporan Kuasa Hukum Bahar Smith Terhadap Istri Korban Pengeroyokan
-
Pihak Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban Pengeroyokan ke Polres Bogor atas Dugaan Berita Bohong
-
BRI Dorong Bisnis Konsumer Lewat Kick-Off Consumer Expo dan Program Undi Hadiah Nasabah
-
Presiden Prabowo Tantang Kompetisi 2029, Ungkap Capaian MBG Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja