- Kuasa hukum Bahar bin Smith melaporkan Fitri, istri korban pengeroyokan, ke Polres Bogor atas keterangan bohong.
- Laporan tersebut didasarkan dugaan Fitri mengklaim melihat langsung pengeroyokan yang mustahil terjadi karena pemisahan jamaah.
- Fitri terancam pasal berlapis UU ITE dan KUHP terkait penyebaran berita bohong yang dapat mengubah arah kasus pengeroyokan.
SuaraJabar.id - Kasus hukum yang melibatkan Bahar bin Smith kembali memanas dengan perkembangan yang mengejutkan.
Kali ini, bukan Bahar bin Smith yang menjadi terlapor, melainkan pihak yang sebelumnya dikenal sebagai istri korban pengeroyokan.
Ichwan Tuankotta, selaku kuasa hukum Bahar bin Smith, secara resmi melaporkan seorang perempuan bernama Fitri ke Polres Bogor.
Fitri, yang merupakan istri dari korban pengeroyokan Ridha anggota Banser Kota Tangerang, dituduh memberikan keterangan bohong di hadapan publik.
Laporan ini membuka babak baru kasus hukum Bahar bin Smith dan menyoroti krusialnya kebenaran dalam setiap testimoni.
"Fitri, adalah istri dari saudari Ridha. Dia adalah korban peristiwa di Tangerang. Laporan itu sudah diterima (Polres Bogor), cuma (surat) LP nya belum jadi," kata Ichwan Tuankotta, Senin, 2 Februari 2026.
Berikut adalah 5 poin penting yang perlu Anda ketahui tentang laporan kuasa hukum Bahar bin Smith ini:
1. Dugaan Keterangan Palsu di Hadapan Publik
Inti dari laporan Ichwan Tuankotta adalah dugaan kuat bahwa Fitri telah memberikan keterangan palsu di hadapan publik.
Baca Juga: Pihak Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban Pengeroyokan ke Polres Bogor atas Dugaan Berita Bohong
Keterangan ini berupa pengakuan Fitri yang mengaku melihat langsung kejadian pengeroyokan terhadap suaminya. Klaim ini dianggap merugikan klien Ichwan dan menjadi fokus utama penyelidikan yang akan dilakukan Polres Bogor.
2. Bantahan Kuat: Pemisahan Jamaah Jadi Argumen Pembantah
Pihak kuasa hukum Bahar bin Smith membantah keras klaim Fitri dengan argumen yang cukup kuat.
Ichwan Tuankotta menjelaskan bahwa saat kejadian pengeroyokan, jamaah pengajian antara laki-laki dan perempuan dipisah.
"Jadi mana mungkin istrinya melihat langsung suaminya dipukul oleh masa," jelas Ichwan.
Menurutnya, pemisahan jamaah berdasarkan gender merupakan praktik umum yang membuat kesaksian Fitri tersebut menjadi sangat meragukan dan tidak mungkin terjadi.
Berita Terkait
-
Pihak Bahar bin Smith Laporkan Istri Korban Pengeroyokan ke Polres Bogor atas Dugaan Berita Bohong
-
Fakta-fakta di Balik Video Viral Pengeroyokan Guru: Ada Tantangan Duel Jantan Saat Jam Istirahat
-
Dulu Meresahkan, Kini Joki Puncak Bogor Direkrut Polisi Jadi Pasukan Khusus Libur Nataru
-
Dokter Dikeroyok di Depan Rumah! 5 Pelaku Ditangkap
-
Tragedi Bogor: 3 Meninggal, Puluhan Luka Akibat Bangunan Majelis Taklim Roboh
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain