SuaraJabar.id - Pakar hukum Ricky Vinando mengatakan, polisi harus segera menetapkan tersangka pembunuhan Amel dan Tuti. Pasalnya kata dia, bukti yang telah dikumpulkan sejauh ini sudah dirasa cukup dan kuat.
Ibu dan Anak, Tuti dan Amel sendiri ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam bagasi Toyota Alphard yang terparkir di rumahnya di Subang, pada Rabu, 18 Agustus 2021 lalu.
Hampir sebulan sejak saat itu, polisi belum menetapkan tersangka.
Ricky meminta polisi untuk menetapkan Yosef Hidayah sebagai tersangka pembunuhan Amel dan Tuti. Yosef sendiri merupakan istri Tuti dan ayah Amel.
Mengapa Ricky meminta polisi untuk menetapkan Yosef sebagai tersangka pembunuhan Amel dan Tuti?
Pertama, kata Ricky, terdapat bercak darah di jaket Yosef yang mengindikasikan bekas pembunuhan Tuti dan Amel di kediamannya.
Sejauh ini, Yosef memang tak mengaku, namun Ricky yakin tebakannya tersebut benar.
“Kasus Yosef kan kuat sekali semua bukti petunjuk mengarah ke Yosef sendiri terutama bercak darah. Masa Mimin (istri muda Yosef) kalau mens darahnya dilap pake jaket Yosef, bau amis dong, masa Yosef tidak jijik pakai jaket yang sudah dilap mens Mimin,” ujar Ricky melalui keterangan resminya, dikutip dari Hops.id-jejaring Suara.com, Jumat (!7/9/2021).
“Masa tidak ada jaket lain kenapa harus pake jaket itu kok bisa pakai jaket yang ada darah berbarengan dengan kejadian itu?” lanjutnya.
Baca Juga: 12 Tahun Buron, Pelarian Maling Uang Rakyat Ini Berakhir di Subang
Bahkan, melalui bukti tersebut, dia meminta polisi segera menetapkan Yosef sebagai tersangka kasus pembunuhan Subang.
“Jadi tetapkan saja Yosef sebagai tersangka, diduga ya, karena tak mungkin itu darah kucing atau mens Mimin,” terangnya.
Ricky Urai Bukti Lain Yosef Layak Jadi Tersangka
Bukti berikutnya, kata Ricky, terlihat melalui keterangan Yosef kepada media yang terkesan sudah tahu ada kasus pembunuhan. Hal tersebut menurutnya terkesan sangat mencurigakan.
“Begitu kata Yosef saat wawancara sama wartawan, padahal Yosef belum lihat mayat saat datang ke TKP. Datang kedua kali baru liat mayat di mobil. Saat masuk ke dalam rumah semua berantakan kok bisa langsung bilang, ‘Ancur, mungkin ada pembunuhan’?”
“Normalnya ketika seorang suami mencari istri dan anaknya dan tidak ditemukan di dalam rumah, seorang suami tidak akan memakai kata ‘ancur, mungkin ada pembunuhan’, karena kan harusnya tak tahu apa-apa yang telah terjadi,” papar Ricky.
Kecurigaan Ricky semakin menjadi-jadi, saat Yosef berkata ‘Coba lihat saja’ kepada wartawan yang bertanya mengenai temuan jasad di sekitar rumah korban.
Berita Terkait
-
Arus Balik H+3, Pemudik Motor Mulai Serbu Jalur Pantura Menuju Jakarta
-
33 Tahun ANTV Rayakan HUT di Subang: Intip Kejutan Musik Lintas Generasi di Bulan Ramadan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Kemensos Kirim Ribuan Paket Bantuan Korban Banjir Subang
-
6 Artis Wanita Kuliah di Australia, Terbaru Amel Carla Bakal Lanjut S2
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
MBG Hadirkan Pekerjaan dengan Pendapatan Layak untuk Warga Lokal
-
7 Fakta Kelam Kasus Rudapaksa Karawang: Saat Rasa Percaya Berujung Trauma Mendalam
-
Aksi 'Kucing-kucingan' Truk Sumbu 3 di Sukabumi: 75 Armada Terjaring Penyekatan Saat Arus Balik
-
Lautan Manusia di Pangandaran: 250 Wisatawan Terpisah dari Keluarga hingga Teror Kehilangan Barang
-
Darah di Balik Botol Intisari: Cekcok 'Kurang Bayar' Berujung Maut di Lingkar Selatan Sukabumi