Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Senin, 20 September 2021 | 17:02 WIB
ILUSTRASI-Kades Socorejo, Arief Rachman Hakim saat membuang daging ayam BPNT yang berbau busuk dan warnanya sudah kebiru-biruan. [Suaraindonesia.com].

SuaraJabar.id - Salah satu pemilik agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako buka suara perihal komoditas ayam busuk yang diterima warga Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pemilik Agen Sembako Fuji, Mumuh mengatakan pihaknya hanya sebatas perantara dalam pengadaan sembako.

Dalam pengadaan barang, pihaknya mendapatkan item ayam potong tersebut dari suplayer Barokah Bersaudara dalam kondisi tidak beku.

"Cuma memang saya nerima komoditinya dari suplayer memang ayamnya tidak di-freezer atau tidak beku. Saya juga menanyakan kenapa ini ayam tidak di freezer," ujar Mumuh saat dihubungi pada Senin (12/9/2021).

Baca Juga: Ratusan Sekolah di Bandung Barat Absen di Hari Pertama PTM

Seperti diketahui, sebelumnya sejumlah warga di Desa Rajamandala Kulon menerima Bantuan Sembako atau BPNT senilai Rp 200 ribu yang berisi 1 kilogram ayam potong, 1 kilogram telur, 10 kilogram beras, tahu, kentang, dan buah pir senilai Rp200 ribu.

Namun warga mengeluhkan ayam potong dan telur sudah tidak layak konsumsi. Tekstur ayam potong sudah berwarna kebiruan dengan aroma tak sedap dan sebagian telur mengandung belatung.

Menurut Mumuh, titik awal timbulnya kasus bantuan sosial ayam busuk ini berawal dari pengadaan ayam potong tidak dalam keadaan beku.

Ayam potong segar hanya dibungkus plastik kemudian didistribusikan.

Lamanya waktu pendistribusian menjadi masalah baru, ayam potong yang sudah siap sejak pagi baru bisa sampai ke warga pada sore hari.

Baca Juga: Jadwal dan Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat Bulan September 2021

BNPT berupa ayam busuk yang diterima sejumlah warga Kabupaten Bandung Barat. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Menurut Mumuh, selama itu ayam mengalami pembusukan akibat terlalu lama dibungkus plastik.

Load More