SuaraJabar.id - Hasil seri yang diraih Persib Bandung di tiga laga terakhir mereka di BRI Liga 1 2021 membuat beberapa pihak merasa kecewa, terutama pendukung setia Maung Bandung, Bobotoh.
Salah satu bentuk kekecewaan adalah ketika Persib pulang ke Bandung usai melakoni laga kontra Tira Persikabo yang berakhir dengan skor 0-0, Senin (27/9/2021) malam.
Sebuah video yang beredar di Twitter memperlihatkan bus yang diduga ditumpangi tim Persib Bandung dicegat sekelompok orang di Jembatan pasopati Bandung.
Massa terlihat membakar flare, membentangkan spanduk kekecewaan hingga melontarkan umpatan ke tim Persib.
Dalam video tersebut terlihat ada sebuah mobil polisi yang mengawal bus yang ditumpangi Tim Persib.
Namun banyaknya massa membuat polisi yang mengawal rombongan Persib tak bisa berbuat banyak.
Belum diketahui bagaimana kelanjutan aksi penghadangan bus Persib Bandung ini. Saat ini Suara.com tengah mencoba melakukan konfirmasi ke pihak kepolisian, Persib Bandung dan Bobotoh.
Namun video penghadanga pemain Persib Bandung yang salah satunya dibagikan oleh akun Twitter @Nrthrnwl** ini telah menjadi viral di jejaring media sosial.
Banyak netizen yang mengomentari aksi penghadangan ini. Beberapa mendukung aksi tersebut karena dinilai mampu menjadi shock therapy bagi tim Persib Bandung.
Baca Juga: Persib Bandung Imbang, Bali United Belum Tergeser dari Puncak Klasemen Liga 1
"Ya gpp, wajar ko kalo bobotoh ada yg kecewa, nyegat bus persib, ngebutut-bututin persib. Tim ini butuh shock therapy, pelatih sangat nyaman, pemain yg baru gabung jg sangat nyaman. Jadi ya welcome to persib aja." tulis Viking Frontline @v_frontline_pc.
"Mengkritik bukan berarti benci! Kritikan jadikan motivasi untuk bangkit!Fire," timpal @krcboys.
Berita Terkait
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Bersih-bersih Usai Juara! Persib Bandung Depak Striker Spanyol
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba