Ronald Seger Prabowo
Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:07 WIB
Barang yang terlihat estetik dan fungsional juga dapat lahir dari material yang sebelumnya dianggap sampah. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Tim Tzu Chi bersama pengelola Aloha rutin memilah sampah plastik setiap hari Jumat di Aloha.
  • Relawan Farrah menyatakan tutup botol plastik jenis PP dikumpulkan secara khusus untuk proses peleburan.
  • Sampah plastik yang telah dilebur dan didaur ulang tersebut dimanfaatkan kembali menjadi bahan furnitur baru.

SuaraJabar.id - Sebuah furnitur tidak selalu berawal dari material baru. Barang yang terlihat estetik dan fungsional juga dapat lahir dari material yang sebelumnya dianggap sampah.

Konsep tersebut terlihat dari kegiatan pengelolaan sampah plastik di Aloha. Sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian sebagian material dapat masuk ke proses daur ulang hingga dimanfaatkan sebagai bahan furnitur.

Kegiatan pemilahan dilakukan secara rutin setiap Jumat bersama tim Tzu Chi. Dalam prosesnya, plastik tidak sekadar dikumpulkan, tetapi dipisahkan berdasarkan jenis material agar memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan kembali.

Farrah, salah satu relawan yang terlibat dalam pemilahan, mengatakan botol dan cup menjadi dua jenis sampah yang dipisahkan. Bagian tertentu dari kemasan juga mempunyai potensi untuk didaur ulang.

“Jadi sampah plastik di sini itu dibagi jadi dua, botol sama cup. Jadi yang kita recycle itu yang cup. Tutup botol berbahan dasar PP, jadi kita bisa ambil untuk dijadikan furniture,” katanya.

Menurut Farrah, proses pemilahan juga membagi sampah ke dalam tiga kelompok, yakni botol, low value plastic, dan tutup botol.

Tutup botol berbahan polypropylene atau PP menjadi salah satu material yang dikumpulkan. Material tersebut dapat dilebur dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk menghasilkan produk baru.

“Yang ini juga berbahan dasar PP, ini kita kumpulin. Ini kalau dilebur bisa jadi furniture,” ungkap Farrah.

Praktik tersebut memperlihatkan pentingnya pemilahan dalam rantai daur ulang. Ketika sampah tercampur sejak awal, material yang sebenarnya masih mempunyai nilai guna berpotensi sulit dimanfaatkan kembali.

Baca Juga: 6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026

Sebaliknya, pemilahan membuka kesempatan agar plastik masuk kembali ke dalam siklus penggunaan. Hasil akhirnya bahkan dapat berupa barang yang mempunyai fungsi baru seperti furnitur.

Pengelola Aloha menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Sampah yang sudah dipilah dikumpulkan dan didonasikan ke depo lingkungan Tzu Chi.

Masyarakat juga diajak terlibat melalui tindakan paling sederhana, yakni memilah sampah ke tempat yang telah disediakan. Kebiasaan kecil tersebut menjadi titik awal agar semakin banyak material dapat dikelola dan memperoleh fungsi baru, alih-alih langsung menjadi residu.

Load More