- Tim Tzu Chi bersama pengelola Aloha rutin memilah sampah plastik setiap hari Jumat di Aloha.
- Relawan Farrah menyatakan tutup botol plastik jenis PP dikumpulkan secara khusus untuk proses peleburan.
- Sampah plastik yang telah dilebur dan didaur ulang tersebut dimanfaatkan kembali menjadi bahan furnitur baru.
SuaraJabar.id - Sebuah furnitur tidak selalu berawal dari material baru. Barang yang terlihat estetik dan fungsional juga dapat lahir dari material yang sebelumnya dianggap sampah.
Konsep tersebut terlihat dari kegiatan pengelolaan sampah plastik di Aloha. Sampah yang terkumpul dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian sebagian material dapat masuk ke proses daur ulang hingga dimanfaatkan sebagai bahan furnitur.
Kegiatan pemilahan dilakukan secara rutin setiap Jumat bersama tim Tzu Chi. Dalam prosesnya, plastik tidak sekadar dikumpulkan, tetapi dipisahkan berdasarkan jenis material agar memiliki peluang lebih besar untuk dimanfaatkan kembali.
Farrah, salah satu relawan yang terlibat dalam pemilahan, mengatakan botol dan cup menjadi dua jenis sampah yang dipisahkan. Bagian tertentu dari kemasan juga mempunyai potensi untuk didaur ulang.
“Jadi sampah plastik di sini itu dibagi jadi dua, botol sama cup. Jadi yang kita recycle itu yang cup. Tutup botol berbahan dasar PP, jadi kita bisa ambil untuk dijadikan furniture,” katanya.
Menurut Farrah, proses pemilahan juga membagi sampah ke dalam tiga kelompok, yakni botol, low value plastic, dan tutup botol.
Tutup botol berbahan polypropylene atau PP menjadi salah satu material yang dikumpulkan. Material tersebut dapat dilebur dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk menghasilkan produk baru.
“Yang ini juga berbahan dasar PP, ini kita kumpulin. Ini kalau dilebur bisa jadi furniture,” ungkap Farrah.
Praktik tersebut memperlihatkan pentingnya pemilahan dalam rantai daur ulang. Ketika sampah tercampur sejak awal, material yang sebenarnya masih mempunyai nilai guna berpotensi sulit dimanfaatkan kembali.
Baca Juga: 6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026
Sebaliknya, pemilahan membuka kesempatan agar plastik masuk kembali ke dalam siklus penggunaan. Hasil akhirnya bahkan dapat berupa barang yang mempunyai fungsi baru seperti furnitur.
Pengelola Aloha menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Sampah yang sudah dipilah dikumpulkan dan didonasikan ke depo lingkungan Tzu Chi.
Masyarakat juga diajak terlibat melalui tindakan paling sederhana, yakni memilah sampah ke tempat yang telah disediakan. Kebiasaan kecil tersebut menjadi titik awal agar semakin banyak material dapat dikelola dan memperoleh fungsi baru, alih-alih langsung menjadi residu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Kemenbud Bakal Tingkatkan Situs Bersejarah di Kabupaten Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Jalur Ekspedisi Disusupi, Kabupaten Bogor Jadi Sarang Transit Peredaran Rokok Ilegal