- PT Tangguh Aman Daya memperkenalkan insinerator berbasis hidrogen sebagai solusi ramah lingkungan untuk memusnahkan sampah tanpa bahan bakar fosil.
- Alat berkapasitas 500 kilogram per jam ini mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi polusi udara di berbagai lokasi operasional.
- Hasil uji laboratorium menyatakan teknologi ini mencapai predikat nol emisi serta tidak menimbulkan bau selama proses pembakaran sampah berlangsung.
SuaraJabar.id - PT Tangguh Aman Daya memperkenalkan inovasi insinerator berbasis hidrogen yang diklaim mampu menjadi solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Teknologi karya anak bangsa tersebut dirancang untuk memusnahkan sampah tanpa menggunakan bahan bakar fosil seperti solar, gas, maupun batu bara.
Insinerator ini memanfaatkan hidrogen sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan panas pembakaran.
Dengan teknologi tersebut, alat ini diklaim mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi polusi udara yang umumnya dihasilkan dari proses pembakaran sampah konvensional.
Kapasitasnya pun mencapai 500 kilogram sampah per jam sehingga dinilai mampu menangani volume sampah yang tinggi di kawasan padat penduduk maupun area komersial.
Direktur Utama PT Tangguh Aman Daya, Dwi Krishna, S.T., mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang cepat, efisien, sekaligus ramah lingkungan.
"Kami ingin membuktikan bahwa pemusnahan sampah dalam skala besar hingga 500 kilogram per jam dapat dilakukan tanpa mengorbankan lingkungan sekitar. Dukungan hasil uji laboratorium serta keberhasilan operasional di sejumlah lokasi menjadi bukti bahwa teknologi hidrogen ini siap diadopsi lebih luas," ujar Dwi Krishna, Kamis (16/7/2026).
Teknologi ini telah dioperasikan di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Baru Bandung, Yonkav IV, Desa Padasuka, Pusdikif, Pusenif Cimahi, Ciwidey, Pasteur, dan Denpasar, Bali.
Penggunaan insinerator di berbagai titik tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah langsung dari sumbernya sehingga beban pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan.
Baca Juga: Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan Perumda Tirtawening Kota Bandung, insinerator hidrogen ini diklaim memperoleh predikat zero emisi atau bebas emisi udara serta tidak menimbulkan bau selama proses pembakaran.
Hasil pengujian tersebut telah dituangkan dalam Sertifikat Nomor 02851.25.05900 dan menjadi salah satu dasar bahwa teknologi ini berpotensi menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor