- Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat menyatakan TPA Sarimukti diprediksi akan penuh dan berhenti beroperasi pada Oktober 2026.
- Volume sampah harian yang melebihi kapasitas serta pemadatan tidak optimal mempercepat masa pakai TPA Sarimukti di Bandung.
- Pemerintah daerah diminta segera melakukan pengurangan sampah dari sumber untuk menekan beban di TPA Sarimukti tersebut.
SuaraJabar.id - Kondisi darurat sampah membayangi wilayah Bandung Raya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat mengeluarkan peringatan serius berdasarkan hasil evaluasi terbaru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti diperkirakan hanya mampu menampung beban sampah hingga Oktober 2026.
Prediksi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat untuk segera mempercepat langkah-langkah pengurangan sampah dari hulu.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, mengungkapkan bahwa usia operasional TPA Sarimukti ternyata jauh lebih pendek dibandingkan proyeksi yang disusun dalam Detail Engineering Design (DED) perluasan kawasan.
Berdasarkan dokumen DED awal, lahan perluasan tersebut seharusnya mampu menampung beban yang cukup besar. Namun, tingginya volume kiriman sampah harian membuat pemanfaatan lahan menjadi sangat tidak terkendali.
“Awalnya DED-nya itu daya tampung sekitar 2 juta ton. Untuk asumsi sampah 3.000 ton per hari, desainnya seperti itu. Namun setelah dihitung kembali dengan kondisi eksisting, ternyata kapasitas Sarimukti hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026,” ujar Arief di Bandung Barat, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan area perluasan Sarimukti sebelumnya dirancang memiliki daya tampung sekitar 2 juta ton sampah dengan asumsi proses penataan dan pemadatan landfill berjalan optimal sesuai desain teknis yang telah disiapkan.
Ia menambahkan berbagai kendala operasional di lapangan membuat kapasitas tampung aktual tidak sesuai dengan proyeksi awal, karena proses pemadatan sampah yang belum optimal.
“Karena sebelumnya kita merencanakan pembatasan 1.500 ton per hari agar bisa bertahan selama dua tahun. Namun, karena upaya pemadatan dan pembentukan landfill kurang optimal, kondisi di lapangan menjadi berbeda,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa pemadatan yang tidak optimal tersebut membuat TPA seakan-akan sudah penuh meski hitungan angka mungkin baru sekitar 30 sampai 40 persen.
Baca Juga: Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
Menurut Arief, kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pengurangan sampah dari sumber perlu diperkuat oleh seluruh daerah yang selama ini memanfaatkan Sarimukti sebagai lokasi pembuangan akhir.
“Karena itu Pak Gubernur menyarankan agar kabupaten dan kota melakukan upaya ekstra. Kalau hanya mengandalkan Sarimukti terus, buktinya hanya bisa bertahan sampai Oktober 2026. Jadi, memang harus ada upaya untuk mengurangi sampah dari sumbernya,” katanya.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk memperpanjang usia layanan Sarimukti.
"Namun, pengurangan timbulan sampah di tingkat kabupaten dan kota menjadi langkah penting agar beban TPA tersebut dapat ditekan dan kapasitas yang tersisa tidak cepat habis," ucapnya. [Antara].
Berita Terkait
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
Detik-Detik Siaran Terakhir Radio The Rockin Life Bandung Berakhir Tangis Haru
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum
-
Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor
-
Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai
-
Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam
-
Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory