- Pemkot Bandung mengajukan status darurat sampah kepada Pemprov Jabar akibat lonjakan volume sampah pasca libur panjang Mei 2026.
- Peningkatan sampah drastis terjadi karena tingginya aktivitas wisatawan dan ketergantungan Kota Bandung pada TPPA Sarimukti milik provinsi.
- Walikota Bandung mendorong masyarakat untuk segera melakukan pemilahan sampah mandiri sebagai langkah kolaboratif menangani penumpukan residu di kota.
SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi mengajukan permohonan penetapan Status Darurat Sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Langkah krusial ini diambil menyusul lonjakan drastis volume sampah yang melampaui kapasitas normal akibat rentetan libur panjang dan tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Kembang.
Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa daya dukung lingkungan kota saat ini sedang berada di titik nadir, sehingga diperlukan kebijakan luar biasa untuk menangani timbulan sampah yang terus menumpuk.
Muhammad Farhan menjelaskan bahwa siklus libur panjang, mulai dari Idul Fitri hingga berbagai long weekend pada Mei 2026, telah memberikan tekanan besar pada sistem ritasi pengangkutan sampah.
“Selama musim liburan ini, beban terhadap daya dukung lingkungan sangat berat. Persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi karena aktivitas masyarakat dan wisatawan meningkat drastis,” ujar Farhan di Bandung, Senin (1/6/2026).
Salah satu faktor utama yang mendorong pengajuan status darurat ini adalah ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mandiri milik Kota Bandung. Selama puluhan tahun, Kota Bandung sangat bergantung pada TPPA Sarimukti yang dikelola oleh Pemprov Jabar.
Kapasitas pengangkutan sampah dari TPS ke TPA sepenuhnya dipengaruhi oleh kuota residu yang diberikan pemerintah provinsi.
Farhan mengapresiasi kebijakan Gubernur Jawa Barat yang sempat memberikan tambahan kuota sementara, namun ia menilai solusi jangka panjang yang lebih sistemik sangat diperlukan.
“Kami bisa melakukan pengolahan semaksimal mungkin di tingkat kota. Namun, untuk sisa residu, kami tetap memerlukan dukungan penuh dari pemerintah provinsi karena kewenangan pengelolaan TPPA Sarimukti berada di tangan mereka,” tambahnya.
Baca Juga: Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
Meskipun pemerintah tengah mengupayakan regulasi darurat, Farhan menekankan bahwa Trustworthiness (kepercayaan) publik terhadap kebersihan kota harus didukung oleh aksi nyata warga. Ia mendesak masyarakat untuk kembali menggalakkan gerakan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Sampah bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kesadaran untuk memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya adalah kunci keberlanjutan lingkungan Bandung,” pungkas Farhan. [Antara].
Berita Terkait
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
Detik-Detik Siaran Terakhir Radio The Rockin Life Bandung Berakhir Tangis Haru
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA
-
Dibesarkan di Ujungberung, Sapi Khas Jawa Tengah Ini Dipilih Presiden untuk Idul Adha
-
Persib Cetak Hattrick Juara, Umuh Muchtar dan Wagub Jabar Gelar Kurban 15 Sapi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin