- Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat memprediksi TPA Sarimukti akan penuh dan tidak mampu menampung sampah pada Oktober 2026.
- TPA Sarimukti mengalami penumpukan sampah yang sangat cepat akibat kegagalan pemadatan teknis dan volume harian mencapai 3.000 ton.
- Pemerintah Jawa Barat mendesak pemerintah daerah Bandung Raya segera melakukan pengurangan sampah secara masif dari sumbernya masing-masing.
SuaraJabar.id - Wilayah Bandung Raya kini berada di bawah bayang-bayang krisis lingkungan yang serius. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat secara resmi mengeluarkan peringatan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti terancam tidak lagi mampu menampung sampah dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi "alarm" keras bagi pemerintah daerah di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Berikut adalah 6 fakta krusial yang merangkum kondisi darurat di TPA Sarimukti:
1. Prediksi Penuh pada Oktober 2026
Berdasarkan evaluasi terbaru dari DLH Jawa Barat, usia layanan TPA Sarimukti diperkirakan akan berakhir pada Oktober 2026.
Batas waktu ini jauh lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya, mengingat volume kiriman sampah dari wilayah aglomerasi Bandung Raya yang terus membengkak tanpa henti.
2. Meloset dari Proyeksi Desain Awal (DED)
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA Regional DLH Jabar, Arief Perdana, mengungkapkan adanya ketimpangan antara teori dan realitas.
Awalnya, Detail Engineering Design (DED) perluasan kawasan dirancang untuk menampung 2 juta ton sampah dengan asumsi kiriman 3.000 ton per hari. Namun, dinamika di lapangan memaksa tim ahli melakukan hitung ulang yang hasilnya sangat mengkhawatirkan.
3. Masalah Fatal pada Proses Pemadatan "Landfill"
Baca Juga: Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
Salah satu penyebab utama TPA cepat penuh adalah proses operasional yang tidak optimal. Secara teknis, meski kapasitas volume sampah mungkin baru menyentuh angka 30 hingga 40 persen, kondisi fisik di lapangan terlihat sudah sangat penuh.
Hal ini dikarenakan proses pemadatan sampah (landfill) tidak berjalan sesuai standar teknis, sehingga gundukan sampah memakan ruang lebih banyak.
4. Gagalnya Rencana Pembatasan 1.500 Ton Per Hari
Pemerintah Provinsi Jabar sebelumnya telah berupaya melakukan mitigasi dengan merencanakan pembatasan kiriman sampah maksimal 1.500 ton per hari agar TPA bisa bertahan hingga dua tahun ke depan.
Sayangnya, rencana ini sulit direalisasikan karena tingginya timbulan sampah di tingkat kota dan kabupaten yang tidak dibarengi dengan fasilitas pengolahan mandiri yang mumpuni.
5. Beban Berat Kiriman Sampah Harian
Berita Terkait
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Bikin Betah! Ini 5 Wisata Hits Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi Juni 2026
-
Detik-Detik Siaran Terakhir Radio The Rockin Life Bandung Berakhir Tangis Haru
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama
-
Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027