SuaraJabar.id - Ribuan pekerja migran asal Jawa Barat bakal dipulangkan ke Tanah Air pada tahun ini. Dari data Unit Pelayanan Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Jabar, ada 1.646 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan dipulangkan ke Indonesia.
Dari ribuan PMI atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jabar yang dipulangkan itu, sebanyak 16 orang berasal dari Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sedangkan dari Kota Cimahi tak ada yang dipulangkan selama tahun 2021 ini.
"Sebanhak 1.646 yang sudah difasilitasi PMI asal Jabar dengan penempatan dari 2020 sampai 2021," ungkap Kepala Seksi Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan pada UPT BP2MI Jabar saat dihubungi pada Kamis (14/10/2021).
Dari ribuan orang yang dipulangkan dari luar negeri itu, diakuinya mayoritas merupakan PMI yang berangkat secara unprosedural alias ilegal sehingga penanganannya perlu upaya ekstra.
Salah satu PMI yang berangkat secara ilegal dan baru saja dipulangkan adalah Endik Sopandi (44) warga Kampung Gamlok, RT 06/07, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Endik yang terlantar di Malaysia berhasil dipulangkan berkat kerja sama BP2MI bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB dan Konsultat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru.
"Memang lebih banyak kami menangani kepulangan PMI yang berangkat secara unprosedural," sebut Neng Wefi.
Dikatakannya, banyaknya warga Jabar yang berangkat bekerja di luar negeri menggunakan jasa agen tak resmi menjadi jadi perhatian tersendiri. Pihaknya meminta masyarakat yang hendak mencari peruntungan di luar negeri untuk berangkat secara prosedural.
"Ini menjadi perhatian sehingga menjadi imbauan kepada masyarakat berangkatlah ke luar negeri secara formal. (Kalau unprosedural) risikonya tinggi bagi PMI," imbuhnya.
Baca Juga: Mantab! Sepeda Asal Kendal Ini Ternyata Punya Banyak Fans di Malaysia
Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans KBB, Sutrisno mengatakan, kasus Endik tentunya bisa menjadi pembelajaran bagi warga yang lainnya ketika ingin menjadi PMI.
Seperti diketahui, nasib Endik, TKI asal Kembang di Malaysia tak menentu usai dikelabui agen yang membawanya ke Negeri Jiran. Ia dijanjikan gaji yang besar, namun pada kenyatannya tak seperti yang diharapkan.
"Jadi pesan kami adalah apabila sudah tidak ada kesempatan di dalam negeri mungkin jalan terakhir keluar negeri tapi tolong secara prosderual melalui PT resmi. Jangan sampai tergiur dengan sponsor sponsor baik itu iming-iming maupun yang menjanjikan bisa memberangkatkan," jelas Sutrisno.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Level Eropa, Pelatih Malaysia Buat Pernyataan Mengejutkan
-
John Herdman Bidik Trofi Perdana di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Siap Cetak Sejarah
-
Serukan Dukungan untuk Malaysia Jelang Lawan Timnas Indonesia, Anwar Ibrahim Malah Kena Skakmat
-
Pengamat: Fakor Ini Buat Malaysia Lebih Berpeluang Juara FIFA ASEAN Cup Dibanding Indonesia
-
Psywar Ala Bintang Malaysia Jelang Lawan Timnas Indonesia: Kami Tak Takut
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban
-
Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas
-
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Game Digital di PC dengan Bantuan GoPay Games
-
YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah