“Tadi juga kita dengar jika Perhutani siap untuk melakukan perbaikan jalan. Namun untuk dana sharing ini belum ada kejelasan dari Perhutani. Makanya kami meminta untuk mengawal persoalan ini secara bersama-sama,” ujarnya.
Tanggapan Perhutani
Sayangnya, Asisten Perhutani, Udin, menolak awak media saat akan mewawancarainya. Bahkan, Asper langsung pergi menghindari wartawan.
Namun, dalam pembicaraan saat berlangsungnya audiensi, Perhutani mengakui jika dana sharing itu memang belum dibayarkan. Tapi, ia mengaku tidak mengetahui dana sharing tersebut tertahan di mana.
“Karena setahu saya, dana sharing ini bukan hanya untuk Desa Cigayam saja. Namun untuk beberapa wilayah pun sama. Dan itu terjadi sejak tahun 2016 atau 5 tahun ke belakang,” terang Udin.
Sedangkan terkait tuntutan warga soal perbaikan jalan, pihaknya berjanji akan segera merealisasikannya.
“Secepatnya akan kita lakukan perbaikan. Sedangkan untuk dana sharing, kami mengajak masyarakat silahkan langsung pertanyakan ke pejabat Perhutani yang lebih atas lagi. Dan saya juga siap ikut untuk mengawalnya bersama Pak Kades,” katanya.
Berita Terkait
-
Warga RI Makin Melek Keuangan, Tapi yang Punya Dana Pensiun Cuma 5,37%
-
Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon
-
Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan
-
Gus Ipul Pastikan Tak Ada Aliran Dana Hasil Korupsi ke Muktamar NU
-
Ramai Keluhan Warga soal Sumbangan Dipaksa di Senen, PMI DKI Jakarta Buka Suara
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah
-
Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini