SuaraJabar.id - Transaksi jual beli di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi mulai beralih menggunakan transaksi digital dengan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).
Transaksi nirsentuh tersebut sudah berlaku untuk aktivitas jual beli berbagai kebutuhan pokok masyarakat, dan akan diberlakukan juga untuk pembayaran retribusi pasar.
Berdasarkan data UPTD Pasar pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkopepind) Kota Cimahi, sudah ada sekitar 236 pedagang Pasar Atas Baru yang sudah menyediakan scan barcode.
"Sebetulnya sudah dimulai sejak pandemi COVID-19 kalau untuk jualan online, tapi kalau pakai barcode itu baru diresmikan," kata Kepala Sub Bagian TU pada UPTD Pasar Cimahi, Andri Gunawan kepada Suara.com pada Jumat (19/11/2021).
Dikatakannya, sistem belanja menggunakan QRIS transaksi pembayaran bisa lebih efisien dan sekaligus mendorong inklusi keuangan di pasar tradisional lebih cepat.
Meski sudah beralih, kata Andri, namun sistem transaksi transaksi digital tak akan menghilangkan ke biasana tawar menawar di Pasar Atas Baru. "Contohnya, pembeli belanja kangkung, cabai nawar jadi Rp 5 ribu, tinggal bayar pakai barcode. Bisa pakai OVO dan sebagainya," jelas Andri.
Selain itu, lanjut dia, transaksi digital ini tidak akan menghilangkan transaksi manual. Apalagi hingga saat ini masih ada sekitar 200 pedagang yang belum menggunakan QRIS di lapak kiosnya.
"Kemudian kan tidak semua pedagang maupun pembeli sudah memahami. Jadi masih butuh waktu untuk memberikan pemahaman karena merubah kebiasaan itu tidak mudah. Ini jadi tugas kita," katanya.
Salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Hanna Subiyarti mengatakan, sistem transaksi online di Pasar Atas Baru sudah dimulai sejak pandemi COVID-19 mewabah tahun 2020. Kemudian dikembangkan menggunakan barcode.
Baca Juga: Suami Gak Sengaja Check Out Barang Ini, Auto Gak Jajan Sebulan
"Kalau buat saya pribadi sangat memudahkan dan lebih aman. Jadi kan uangnya langsung masuk ke tabungan," katanya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk
-
WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang
-
Kolaborasi Natasha Surya dan Byte Project Hadirkan Namoe Market di PIK Avenue
-
Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Anung Ingatkan soal Penumpukan Anggaran
-
Belanja karena FOMO atau Memang Butuh? Tantangan Lawan Konsumerisme Digital
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP
-
Viral Video Pria Diduga Pamer Alat Kelamin di Warung Nasi Gunung Putri Bogor
-
Tembus Medan Sulit Ciremai, Operasi Udara Jadi Pilihan Utama Padamkan Api
-
Program Magang Nasional BRI Dapat Apresiasi Menaker, Siapkan Generasi Muda Masuki Dunia Kerja
-
Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 120 Orang