SuaraJabar.id - Sejarah Kota Banjar. Sejarah terbentuknya Kota Banjar tidak terlepas dari berdirinya Kabupaten Ciamis di masa lalu. Tak hanya itu saja, kota Banjar juga memiliki pusat wisata yang cantik nan indah.
Lebih lengkapnya, simak ulasan terkait sejarah kota Banjar yang telah dirangkum dari beberapa sumber seperti berikut ini.
1. Sejarah
Arus reformasi yang terjadi di Indonesia telah membawa cakrawala baru, dalam system politik dan pemerintahan selama 32 tahun tidak berubah bahkan cenderung bersifat stagnan.
Karena itulah, perubahan yang terjadi dipandang sebagai satu langkah baru menuju terciptanya Indonesia Baru di masa depan dengan dasar-dasar efisiensi dan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah.
Baca Juga: Sekilas Sejarah Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Terluas Kedua di Pulau Jawa
Kota Banjar menjadi salah satu Kecamatan di Kabupaten Ciamis pada tahun 1992 dan menjadi kota Administratif.
Statusnya kemudian meningkat menjadi kota Ketika RUU Pemerintahan Kota Banjar disetujui menjadi UU di DPR pada 12 November 2002.
Untuk mencapai status kota tersebut, membutuhkan waktu yang lama, proses berbelit-belit dan melalui perjalanan panjang dari tokoh-tokoh masyarakat Banjar.
Beberapa alasan mengapa Banjar menjadi kota Administratid yakni, keadaan Geografis dan Sosilogis kedhidupan masyarakat yang perkembangannya sangat pesat, sehingga membutuhkan peningkatan pelayanan dan pengaturan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
2. Sejarah Perkembangan Kota Banjar
Banjar sejak didirikan hingga sekarang, telah mengalami beberapa kali perubahan status. Misalnya sebagai Ibukota Kecamatan, dari tahun 1937 hingga tahun 1940, sebagai Ibukota Kewadanaan, dari tahun 1941 sampai 1 Maret 1992, Sebagai Kota Administratif dari tahun 1992 sampai 20 Februari 2003, sebagai Kota sejak 21 Februari 2003.
Baca Juga: Sejarah Kabupaten Subang, Daerah Subur di Jawa dan Kisah Sosok Subanglarang
3. Banjar Menjadi Kota Administratif
Perkembangan dan kemajuan wilayah Provinis Jawa Barat pada umumnya dan Kabupaten Ciamis khususnya wilayah Kecamatan Banjar, memerlukan pengaturan penyelenggaraan pemerintahan secara khusus guna menjamin terpenuhinya tuntutan perkembangan dan kemajuan sesuai dengan aspirasi masyarakat di wilayah Banjar.
Berita Terkait
-
Benarkah Muhammadiyah Pelopor Modernisasi Halal Bihalal di Indonesia? Ini Faktanya
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Ole Romeny Cetak Sejarah Baru 2 Kali Debut Timnas Indonesia
-
Selangkah Lagi Timnas Indonesia Kembali Cetak Sejarah
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar