SuaraJabar.id - Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggal dunia pada Jumat (10/12/2021) kemarin. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kemudian menunjuk Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung.
Meski Oded M danial telah tiada, Yana Mulyana memastikan untuk melanjutkan program yang sudah dijalankan oleh mendiang pria yang akrab disapa Mang Oded itu.
Menurutnya, sejumlah program yang telah dijalankan di masa kepemimpinan Oded di antaranya program ketahanan pangan bernama Buruan Sae dan program penanganan sampah bernama Kang Pisman. Dua program itu, kata Yana, merupakan inovasi yang perlu terus dilanjutkan.
"Dibuat lebih masif, dan mudah-mudahan juga memanfaatkan teknologi," kata Yana dikutip dari Antara, Sabtu (11/12/2021).
Sebelum menjadi Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana adalah Wakil Wali Kota Bandung
Sejauh ini, menurut Yana, sejumlah program itu sudah berada pada jalur yang benar. Hal itu terbukti dari sejumlah penghargaan yang telah diraih Pemerintah Kota Bandung di bawah kendali Oded.
"Penghargaan itu bukan tujuan, tapi diapresiasi oleh pihak lain, ya berarti arahan almarhum itu sudah di jalur yang benar, dengan diapresiasi oleh pihak lain," kata Yana.
Selama ini, ia mengaku hubungannya dengan Oded sangat baik. Selama tiga tahun mendampingi, Yana mengaku tidak pernah ada gesekan apa pun terkait politik atau pekerjannya.
"Saya disposisi (tugas) banyak terus, Termasuk perjalanan terakhir ke sana (Bali). Jadi saya lihat beliau memberi kepercayaan kepada saya, dan saya menjaga kepercayaan beliau," kata Yana.
Baca Juga: Om Hao Sebut Jejak Histori Gedung Sate Masih Terekam Jelas
Dengan begitu, ia memastikan roda pemerintahan di Kota Bandung beserta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.
"Tidak ada ruang kosong gitu ya, karena begitu pak wali meninggal, radiogram (surat penunjukan Plt) terbit tanggal 10 Desember 2021 , jadi tidak ada kekosongan pemerintahan," kata Yana.
Berita Terkait
-
Akses Ditutup Ahli Waris, 8 Ruang Kelasa di SDN Bunisari Tak Bisa Dipakai
-
Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil
-
Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain
-
Semakin Seru Persaingan jadi Juara, Berikut Jadwal Pekan 28 Super League
-
Pembelaan Bojan Hodak: Saya Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
5 Fakta Miris di Balik Polemik Pembangunan Gedung MUI Sukabumi yang Bikin Geleng-geleng Kepala
-
Demi Capai Inklusi Keuangan Masyarakat, Holding Ultra Mikro BRI Makin Solid
-
Gedung MUI Kabupaten Sukabumi Disegel: Kontraktor Klaim Belum Dibayar, MUI Sebut Sudah Lunas
-
20 Tahun Lolos, 'Ki Bedil' Sang Maestro Senpi Ilegal Jawa Barat Akhirnya Diringkus Bareskrim
-
Tabrakan Maut Dua Motor di Pantai Ujunggenteng Sukabumi, Agus Gunawan Tutup Usia