SuaraJabar.id - Bupati Sukabumi Marwan Hamami memanggil komunitas offroad untuk membantu percepatan vaksinasi covid-19 khususnya untuk wilayah yang jalannya masih sulit dilintasi kendaraan biasa.
Saat ini kata Marwan, percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Sukabumi terkendala oleh akses jalan ke daerah terpencil.
Permintaan ini diungkap Marwan Hamami di sela blusukan ke daerah - daerah terpencil di wilayahnya selatan Kabupaten Sukabumi yaitu Kecamatan Ciemas dan Kecamatan Ciracap, Sabtu (11/12/2021).
Bersama jajaran khususnya Dinas Kesehatan, Bupati melakukan monitoring dan evaluasi percepatan pelaksanaan vaksinasi covid 19 di Kabupaten Sukabumi.
Marwan mengatakan perlu melakukan langkah strategis untuk mempercepat capaian vaksinasi.
Seperti melakukan prosesnya sesuai waktu kebiasaan masyarakat pesisir dan terpencil berada dirumah
"Petugas vaksin harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, biasanya masyarakat petani sore hari berada dirumah, jadi sesuaikan dengan jam kerja para petani. Sehingga mereka bersedia divaksin," jelasnya.
Jadi menurut Marwan ada pelayanan vaksin di pagi dan sore hari. Pembagian waktu shift bagi petugas.
Ia juga mengakui jika vaksinasi di daerah daerah terpencil dengan medan yang sulit masih sulit dijangkau. Bupati rencananya akan berkolaborasi dengan komunitas offroader.
Baca Juga: Dear Wisatawan, Ada 25 Titik Penyekatan di Sekitar Puncak Jelang Nataru
"Seperti di daerah Cidadap yang medannya sulit perlu dibantu kendaraan offroad, kita ajak nanti komunitas untuk dapat membantu" ucapnya.
Melalui berbagai cara percepatan dan kolaborasi lintas sektoral, Pemkab optimis akhir Desember 2021 tuntas 70 persen target vaksinasi di Kabupaten Sukabumi.
"Pekan ini sudah di atas 60 persen, mudah-mudahan target 70 persen tercapai. Kita genjot terus untuk percepatan," pungkasnya.
Selain melakukan monitoring vaksin Bupati Sukabumi juga meninjau beberapa fasilitas kesehatan diantaranya Puskesmas pembantu Ciwaru dan Puskesmas Ciemas yang saat ini tengah dilakukan perbaikan
Bupati berharap dengan banyaknya pusat pelayanan kesehatan dan aktifnya petugas kesehatan dalam menangani masalah kesehatan maka Sukabumi akan segera pulih dan bangkit.
Berita Terkait
-
Kronologi Penggerebekan 16 WNA di Sukabumi: Sewa Hotel Setahun, Diduga Siapkan 50 Anggota Sindikat
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
5 HP dengan Sinyal Paling Kuat di Daerah Terpencil, Cocok Dibawa Mudik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Muhammad Farhan Sampai Ngamuk, Polisi Dalami Unsur Pidana Penebangan 10 Pohon
-
Rabu Kelabu di Banjar, Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah, Pemadaman Berlangsung Dramatis
-
Buddhayana Run 2026 Buktikan Olahraga Jadi Ruang Kebersamaan
-
Bareskrim Ungkap Perkembangan Kasus Emas Ilegal PT SPEM, Berkas Tiga Tersangka P-21
-
Dugaan Tramadol Dilindungi Oknum LSM di Cimahi, Dedi Mulyadi: Sikat Saja!