Ari Syahril Ramadhan
Minggu, 12 Desember 2021 | 14:20 WIB
Situs Mulka Payung yang berada di Kampung Curugan, RT 05/18, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Bandung Barat. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Namun, azimat salaka domas tidak sampai ke tangan putri raja lantaran Patih Mundinglaya terkena musibah masuk ke lubang jebakan yang dibuat oleh Patih Jongrang Kala Pitung.

"Lambat laun payung mahkota yang memayungi putri raja berubah wujud menjadi batu yang menyerupai payung dan posisi di sebelah timurnya serupa dengan manusia," bebernya.

Secara kasat mata, ia katakan, batu tersebut merupakan hasil dari fenomena alam atau peristiwa geologis. Karena itu, untuk mencari nilai arkeologi dan historisnya diperlukan penelitian-penelitian mendalam.

Masyarakat meyakini Situs Mulka Payung merupakan meninggalkan nenek moyang, yang kini menjadi tempat destinasi wisata ritual.

"Itu bagian animisme, jadi wisata sejarah. Itu merupakan bagian dari nenek moyang yang diziarahi, masih dipercaya memiliki karomah," pungkasnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Load More