- Kepadatan lalu lintas terjadi di jalur utama Sukabumi Utara pada Sabtu siang akibat lonjakan volume kendaraan.
- Pemicu utama kemacetan adalah kombinasi aktivitas akhir pekan masyarakat dengan jadwal kepulangan karyawan dari pabrik setempat.
- Satlantas Polres Sukabumi mengerahkan personel di titik rawan untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan mengalir.
SuaraJabar.id - Pengendara yang melintasi jalur utama Sukabumi Utara pada Sabtu (9/5/2026) siang ini harus ekstra sabar. Kepadatan arus lalu lintas dilaporkan terjadi di beberapa titik krusial akibat lonjakan volume kendaraan yang signifikan.
Kondisi "padat merayap" ini merupakan kombinasi dari tingginya aktivitas masyarakat di akhir pekan serta bertepatan dengan jam pulang karyawan pabrik.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Yoga Permana Setiawan, menjelaskan bahwa situasi ini merupakan fenomena rutin yang terjadi setiap hari Sabtu.
“Pertama akhir pekan. Yang kedua kegiatan rutin bubaran pabrik siang hari. Setengah hari kan sekarang hari Sabtu sudah selesai,” ujar Yoga kepada Sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com.
Menurutnya, personel Satlantas Polres Sukabumi telah disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan untuk mengantisipasi antrean kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan total.
“Upayanya anggota sudah tergelar di plotting kepadatan. Itu sudah menjadi rutinitas anggota di plotting,” katanya.
Ia menjelaskan, penempatan personel dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan PT Big, Samsat Lama, Karangtengah, hingga ruas Cibolang.
“Dari mulai PT Big, Samsat Lama, Karang Tengah itu sudah ter-plotting anggota di sana. Titik terakhir di ruas Cibolang juga sudah di-plotting,” ucapnya.
Meski volume kendaraan meningkat dan arus lalu lintas mengalami kepadatan, pihak kepolisian memastikan kondisi masih terkendali dan tidak terjadi penguncian arus dari kedua arah.
Baca Juga: Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
“Arus tidak ada yang kunci. Dua arah juga tidak ada penguncian, dua-duanya mengalir. Arah Sukabumi mengalir, arah barat pun mengalir, tinggal menunggu waktu saja penormalan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Lubang Septic Tank Terbuka Renggut Nyawa Balita di Sukabumi
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
5 Fakta Mencengangkan di Balik Penetapan Tersangka Ustaz Syekh Ahmad Al Misry
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar