- Pemkot Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas pada Jumat ini untuk mendukung perhelatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
- Pengalihan arus dilakukan bertahap di sejumlah ruas jalan utama Kota Bogor mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.
- Kegiatan ini menghadirkan simbol sejarah Mahkota Binokasih guna memperkuat ikatan persaudaraan antardaerah di wilayah Jawa Barat.
SuaraJabar.id - Bagi Anda warga Kota Bogor atau pengendara yang hendak melintas di wilayah Bogor Selatan dan Pusat hari ini, harap memperhatikan jadwal pengalihan arus.
Pemkot Bogor resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sehubungan dengan perhelatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
Acara yang diprediksi menyedot perhatian ribuan warga ini berlangsung mulai Jumat sore hingga malam hari.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa skema lalu lintas dilakukan dalam dua tahap untuk meminimalisir kemacetan total.
Rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan kirab budaya mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.30 WIB.
Selain itu, pengalihan dan penutupan arus lalu lintas dilakukan secara situasional pada pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.
"Rute kirab budaya melintasi Jalan Lawang Gintung, Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Suryakencana dengan total lintasan sekitar 3,2 kilometer," ujar Dedie.
Dedie juga telah memastikan kesiapan Museum Pajajaran di kawasan Batutulis yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kirab budaya.
“Saya ingin memastikan semua dipersiapkan secara maksimal, mulai dari aspek kebersihan hingga akses yang perlu dioptimalkan, mengingat akan ada kereta kencana,” ujar Dedie.
Baca Juga: Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
Ia mengatakan kehadiran Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda menjadi simbol penguat ikatan sejarah dan persaudaraan antardaerah di Jawa Barat.
“Melalui Kirab Milangkala Tatar Sunda, hubungan antardaerah di Jawa Barat dapat disampaikan dalam bentuk narasi, cerita, maupun simbol budaya. Ini cara sederhana untuk menjelaskan makna totopong, baju pangsi, kujang, hingga Mahkota Binokasih yang sarat akan filosofi kasih sayang,” katanya.
Pemerintah Kota Bogor mengimbau masyarakat yang akan melintas di kawasan kirab budaya untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan arus lalu lintas. [Antara].
Berita Terkait
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
DPRD Minta Pemkot Bogor Gencarkan Sosialisasi PSEL Kayumanis Usai Ditolak Emak-emak
-
'Nggak Ada yang Gitu-gitu', Respons Singkat Dedie Rachim Justru Tambah Kekecewaan Warga Kayumanis
-
Longsor hingga Banjir Lintasan Terjang Bogor, 20 Rumah Warga Terendam
-
Diiringi Kereta Kencana, Mahkota Binokasih Akan Diarak Keliling 8 Kota di Jawa Barat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Hotman Paris Beri Pendampingan Hukum Gratis untuk Korban Penganiayaan di Bandung
-
Pemeriksaan Perdana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Kejati Jabar