SuaraJabar.id - Aksi bejat seorang guru pesantren di Bandung yang mencabuli belasan santrinya menghebohkan publik.
Seorang psikiater dari RS Melinda 2 Bandung, Teddy Hidayat menyebut guru tersebut bisa jadi memiliki karakteristik sebagai psikopat.
Menurut Teddy, karakteristik itu ditemukan pada pelaku berinisal HW. Sebab, pelaku memaksakan egonya untuk selalu memuaskan hawa nafsunya.
"Hati nuraninya dikuasai oleh nafsunya. Semua aturan, disiplin dan norma yang berlaku dilanggar untuk memuaskan dorongan nafsunya," jelas Teddy, dikutip dari Ayobandung.com--jaringan Suara.com.
Teddy menjelaskan, seseorang dengan karakteristik psikopat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebelumnya diketahui, HW telah melalui proses persidangan sebanyak tujuh kali dengan pemeriksaan saksi-saksi.
"Catatan penting untuk pengadilan, yaitu pada psikopat sulit belajar dari pengalaman dan tidak ada rasa bersalah, sehingga cenderung akan mengulangi perbuatannya," kata Teddy.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa pelaku kekerasan seksual umumnya dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban.
Dalam kasus ini, belasan santriwati mengenal pelaku sebagai guru pesantren.
Baca Juga: Dua Sejoli Hilang Misterius usai Ditabrak Mini Bus di Nagreg
Teddy menjelaskan, kondisi tersebut dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian dan pemikiran korban ke arah patologis.
"Salah satunya disebut “stockholm syndrome”, yaitu gangguan psikiatri pada korban penyanderaan yang membuat mereka merasa simpati atau bahkan muncul kasih sayang terhadap pelaku," ungkap Teddy.
Diberitakan sebelumnya, HW didakwa karena melakukan kekerasan seksual terhadap belasan santriwati di pondoknya.
Korban diketahui berjumlah 13 orang. Sementara itu, sembilan di antaranya telah melahirkan dan satu dari mereka sudah melahirkan dua kali.
Berita Terkait
-
Dua Sejoli Hilang Misterius usai Ditabrak Mini Bus di Nagreg
-
Persib Bandung Resmi Lepas Wander Luiz
-
Eks Striker Persija dengan Banderol Rp 5,6 Miliar Ini Dikabakan akan Merapat ke Persib
-
Ratusan Ribu Anak Usia 6-11 Tahun di Cimahi dan KBB Jadi Sasaran Vaksinasi
-
Digelar di Bandung, Kongres Pemuda Asia Afrika Bakal Dibuka Bamsoet
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Skandal Iklan Bank BJB: Lima Tersangka Ditetapkan, KPK Kebut Hitung Kerugian Negara
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran