Ari Syahril Ramadhan
ILUSTRASI - Warga melihat ombak menerjang batu grip di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (11/9/2021). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra]

SuaraJabar.id - Beberapa lokasi di Pantai Selatan Jawa Barat seperti Pantai Pangandaran dan Palabuhanratu merupakan destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan khususnya pada libur akhir tahun.

Namun, wisatawan yang berwisata di Pantai Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diimbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi.

Imbauan itu disampaikan Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo pada Selasa (21/12/2021).

"Saat liburan sekolah seperti saat sekarang ini, tidak menutup kemungkinan masyarakat memanfaatkannya untuk berlibur ke pantai," kata dia dikutip dari Antara.

Baca Juga: Forum Bali Bangkit Tak Jadi Demo Namun Minta 5 Poin Untuk Datangkan Wisman

Akan tetapi, kata dia, wisatawan sering kali lengah terhadap kondisi gelombang karena saking asyiknya bermain air atau mandi di pantai.

Menurut dia, kelengahan tersebut dapat mengakibatkan wisatawan mengalami kecelakaan seperti terseret gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba.

"Oleh karena itu, bagi wisatawan yang berwisata di pantai selatan Jabar, Jateng, maupun DIY, terutama wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas, kami imbau untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku hingga tanggal 22 Desember 2021 dan akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut.

Dalam hal ini, kata dia, tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar hingga DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY berpotensi mencapai kisaran 2,5 meter sampai 4 meter atau masuk kategori gelombang tinggi.

Baca Juga: Denpasar Optimis Bisa Mengantisipasi Omicron di Tengah Serbuan Wisdom ke Bali

Menurut dia, tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan angin berkisar 4-30 knot.

Komentar