SuaraJabar.id - Beberapa negara di Eropa sudah tidak lagi menganggap COVID-19 sebagai ancaman. Mereka pun kemudian melonggarkan aturan pembatasan sosial.
Negara Eropa pertama yang mencabut seluruh pembatasan sosial terkait COVID-19 adalah Denmark. Pada awal februari 2022 lalu, Denmark mencabut kewajiban bagi warga untuk menggunakan masker.
Selain Denmark, negara yang telah mencabut hampir seluruh pembatas sosial adalah Swiss, Swedia, Inggris Raya dan Jerman. Selain itu ada juga sejumlah negara Eropa yang melonggarkan kebijakan pembatasan sosial, antara lain Belanda, Prancis dan Norwegia.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa itu melonggarkan bahkan mencabut pembatasan sosial karena merasa vaksinasi COVID-19 sudah berjalan baik.
Baca Juga: Covid-19 Omicron Masih Melonjak, Luhut: Tidak Perlu Panik
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali, Luhut Binsar Panjaitan buka suara terkait kebijakan sejumlah negara di Eropa yang mencabut pembatasan sosial tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Indonesia tidak mau ikut-ikutan beberapa negara di Eropa yang sudah melonggarkan aturan pembatasan COVID-19.
Luhut mengatakan beberapa negara seperti Inggris, Denmark, dan Singapura sudah berani melonggarkan aturan pembatasan Covid-19 karena situasi pandemi tiap negara berbeda-beda.
"Kita tidaklah perlu latah ikut-ikutan seperti negara tersebut. Kita akan melakukan transisi ini secara bertahap, bertingkat dan berlanjut dengan berbasiskan data indikator kesehatan, ekonomi dan sosial budaya, serta terus menerapkan prinsip kehati-hatian," kata Luhut dalam jumpa pers, Senin (21/2/2022).
Baca Juga: Ini Perbedaan Sakit Tenggorokan Karena Covid-19 dan Biasa, Jangan Panik Amati Dahulu Gejala Lainnya!
Menurutnya, pelonggaran pembatasan COVID-19 bisa dilakukan di Indonesia jika tingkat kekebalan masyarakat sudah tinggi, kasus positif Covid rendah, kapasitas fasilitas kesehatan memadai, hingga konsistensi kondisi pandemi yang terkendali.
Berita Terkait
-
Bayer Leverkusen Disingkirkan Klub Gurem, Xabi Alonso: Itu Menyakitkan
-
Kevin Diks Wajib Siap Mental! Ultras Gladbach Keras Tanpa Kompromi
-
3 Komentator Belanda yang Remehkan Timnas Indonesia, Disebut Negara Miskin
-
Manchester United Dipermalukan Mantan, Ruben Amorim: Begitulah Sepak Bola
-
Gagal ke Final Piala Jerman, Bayer Leverkusen Jutru Disingkirkan Tim Kasta Ketiga
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
Terkini
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar
-
Menjelang Lebaran, Wamen BUMN Pastikan Kesiapan Stok Uang