SuaraJabar.id - Sebanyak 25 orang meninggal dunia akibat COVID-19 di Kota bandung sejak 1 Januari 2022 hingga Rabu (2/3/2022).
Hal tersebut diungkapkan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Asep Gufron. Menurutnya, angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan saat adanya penyebaran COVID-19 varian Delta.
"Pas Delta itu yang meninggal cukup banyak, data pas Omicron dari 1 Januari itu ada sekitar 25 orang yang meninggal hingga saat ini, mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi," kata Asep di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/3/2022) dikutip dari Antara.
Berdasarkan data Satgas, pada 1 Januari 2022 di Kota Bandung sudah ada 1.423 orang yang meninggal akibat COVID-19. Kemudian data terbaru menunjukkan kini ada sebanyak 1.448 orang yang meninggal akibat COVID-19.
Sedangkan pada saat adanya varian Delta di Kota Bandung, kasus kematian COVID-19 sangat melonjak. Contohnya, pada 1 Juli 2021 hingga 31 Agustus 2021, ada sebanyak 889 kasus kematian akibat COVID-19 di Kota Bandung.
Selain itu, saat ini angka pertambahan kasus harian COVID-19 di Kota Bandung pada Maret 2022 ini mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan di akhir Februari 2022.
Pada akhir Februari 2022, pertambahan kasus harian COVID-19 berada di atas angka 1.000 orang per harinya. Sedangkan pada awal Maret 2022 ini, angka pertambahan kasus sudah di bawah angka 1.000 orang dalam satu harinya.
"Kota Bandung sampai hari ini di kriteria PPKM level 3, mudah-mudahan tidak terlalu lama masuk lagi ke level 2," kata dia.
Baca Juga: Hengky Kurniawan Positif COVID-19, Begini Kondisi Sonya Fatmala dan Tiga Anaknya
Tag
Berita Terkait
-
Lagu Erika Viral karena Lecehkan Perempuan, HMT ITB Resmi Minta Maaf dan Tarik Konten
-
Bojan Hodak Bangga Beckham Putra Nugraha Raih Gelar Sarjana
-
Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
-
Bobotoh Jangan Sampai Salah, Super Big Match Persib vs Arema FC Dipercepat
-
Curhat Soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Pelatih Bali United Menyesal
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok