SuaraJabar.id - Masyarakat bisa mengikuti uji coba kereta api perjalanan Stasiun Garut - Stasiun Cibatu pada hari Selasa (8/3/022) dan Kamis (10/3/2022).
Manajer Humas PT KAI DAOP 2 Bandung Kuswardoyo mengatakan uji coba jalur reaktivasi dengan mengoperasikan kereta api dari Stasiun Garut-Cibatu (PP) di Kabupaten Garut dapat diikuti secara gratis dengan batasan penumpang 250 orang setiap pemberangkatan.
Ia menuturkan PT KAI sudah beberapa kali melaksanakan uji coba kereta api di jalur reaktivasi Stasiun Garut-Cibatu dengan mengangkut penumpang secara terbatas.
"Hasil evaluasi, uji coba untuk masyarakat akan kembali kami laksanakan minggu ini," katanya, Senin (7/2/2022) dikutip dari Antara.
Ia menyampaikan uji coba kereta api hanya dapat membawa penumpang dalam satu kali pemberangkatan sebanyak 250 orang untuk mencegah kerumunan dan penularan wabah COVID-19.
Masyarakat yang ingin naik kereta api uji coba itu dipersilakan untuk daftar ke Stasiun Garut dengan syarat membawa kartu identitas diri dan bukti telah divaksin minimal dosis pertama.
PT KAI menentukan jadwal pemberangkatan kereta api uji coba pada Selasa 8 dan 10 Maret 2022 di Stasiun Garut pada pukul 10.55 WIB dan tiba di Stasiun Cibatu pukul 11.42 WIB. Selanjutnya dari Stasiun Cibatu berangkat pukul 12.15 WIB tiba di Stasiun Garut pukul 13.02 WIB.
Jalur reaktivasi kereta api Stasiun Garut-Cibatu sudah selesai dibangun, selanjutnya dilakukan uji coba dilintasi kereta api dengan membawa penumpang.
PT KAI rencananya akan mengoperasikan kereta api komersial relasi Stasiun Garut-Pasar Senen dan jadwal kereta api lainnya relasi Stasiun Garut, Bandung dan Purwakarta.
Baca Juga: Pemotor Santai Lewat Jembatan Tanpa Pembatas, Publik Ikut Ketar-ketir: 'Salah Dikit Auto Beda Alam'
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global
-
Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya
-
BRI dan Pegadaian Kelola Ekosistem Emas Sebesar 153 Ton, Dukung Instruksi Presiden Prabowo
-
BRI Perbarui Qlola, Hadirkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi untuk Bisnis
-
Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan