- Menteri Jerman Reem Alabali Radovan bersama Wamenkes Dante Saksono mengunjungi pabrik Bayer di Cimanggis pada Jumat, 21 Agustus 2026.
- Pabrik tersebut memanfaatkan panel surya seluas 1,66 hektare untuk memenuhi 43 persen kebutuhan energi dan menekan emisi karbon.
- Bayer berinvestasi Rp99 miliar untuk memproduksi 1,2 miliar tablet Multiple Micronutrient Supplements standar UNIMMAP setiap tahun guna mendukung kesehatan ibu hamil.
SuaraJabar.id - PT Bayer Indonesia menerima kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di fasilitas manufaktur healthcare Bayer di Cimanggis.
Kunjungan tersebut menyoroti penguatan kemitraan Indonesia dan Jerman, khususnya dalam pengembangan industri kesehatan, investasi berkelanjutan, dan transisi energi.
Fasilitas manufaktur Bayer di Cimanggis menjadi salah satu pusat produksi kesehatan strategis global yang memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus mengekspor produk ke lebih dari 42 negara.
Reem Alabali Radovan mengatakan fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan peran investasi dan inovasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan hingga penguatan kapasitas manufaktur produk kesehatan.
"Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat, mulai dari memajukan energi terbarukan dan memperkuat industri lokal hingga memperluas kapabilitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak," kata dia, Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, delegasi meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas 2.054 kWp.
Fasilitas tersebut mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi pabrik dan menekan emisi karbon hingga 2.073 ton CO per tahun.
Delegasi juga meninjau fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS). Bayer telah menginvestasikan Rp99 miliar untuk lini produksi, termasuk pengembangan MMS dan penelitian serta pengembangan (R&D).
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan kemitraan pemerintah dan industri diperlukan untuk mendukung target nasional di bidang kesehatan ibu dan anak. Kementerian Kesehatan menargetkan layanan bagi sekitar 4,9 juta ibu hamil setiap tahun.
Baca Juga: Olahraga dan Jaga Lingkungan, Satu Tiket Pelari untuk Pohon Konservasi Gunung Gede Pangrango
“Untuk mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten,” kata Dante.
MMS yang diproduksi di Cimanggis mengacu pada standar UNIMMAP dan mengandung 15 vitamin serta mineral esensial bagi ibu hamil. Kapasitas produksinya mencapai 1,2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister.
Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza mengatakan investasi dan inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Bayer untuk mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur produk kesehatan untuk pasar domestik dan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Politisi PDIP Sukabumi Copot Foto Gibran di Ruang Kerja
-
Korupsi Pengadaan Iklan Rp223,6 Miliar, KPK Periksa Tiga Pejabat Bank BJB
-
Polisi Dalami Motif Penyerangan Kafe di Bandung, Satu Pelaku Masih Diburu
-
Dugaan Korupsi ATR/BPN, KPK Masih Nanti Kedatangan Nusron Wahid
-
Anak Suka Mobile Legends? Program BRI Junio Ini Bisa Jadi Cara Seru Belajar Menabung