SuaraJabar.id - Perwakilan Aktivis 98 Universitas Padjadjaran (Unpad) menyatakan sikap menolak penundaan Pemilu 2024 maupun isu perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. Mereka menegaskan hal tersebut mengkhianati konstitusi dan perjuangan reformasi.
Pernyataan sikap aktivis 98 Unpad itu disuarakan di lantai dasar gedung Gelanggang Generasi Muda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis sore (24/3/2022). Beberapa perwakilan dari mereka berkumpul untuk mendiskusikan isu terkait, konsolidasi itu mereka beri tajuk Melawan Begal Demokrasi.
Yodhisman Sorata, yang ditunjuk sebagai Juru Bicara Aktivis 98 Unpad, menegaskan bahwa setiap elite politik yang getol menggulirkan dan mendukung penundaan pemilu 2024 pantas untuk mendapatkan gelar begal demokrasi.
"Para elit politik yang belakangan getol menyuarakan penundaan pemilu sudah sepatutnya diberi predikat sebagai begal demokrasi karena telah melakukan upaya-upaya secara masif untuk membajak demokrasi kita hanya demi melanggengkan masa jabatan mereka," ungkapnya di lokasi.
Ia menegaskan, sesuai konstitusi yang kini berlaku, pemilu harus dijalankan setiap lima tahun sekali. Menurutnya, selain menyalahi konstitusi dan amanat reformasi, penundaan pemilu akan berdampak luas bagi sistem penyelenggaraan kenegaraan.
"Ini tidak semata-mata berkaitan dengan posisi presiden sebagai kepala eksekutif tapi akan merembet ke kepala-kepala daerah lain baik ditingkat provinsi juga kabupaten/kota, otomatis itu akan diperpanjang dan juga di legislatif baik pusat atau daerah. Ini tidak boleh," katanya.
Aktivis 98 Unpad, katanya, mendesak Presiden Jokowi untuk segera menyatakan sikap secara gamblang tidak akan menunda pemilu 2024 serta segera mengaktifkan komunikasi politik kepada anggota kabinet agar tidak memprovokasi penundaan pemilu 2024.
Pemerintah dan penyelenggara pemilu juga patut segera menyampaikan kesiapan pelaksanaan pemilu 2024, termasuk siap untuk mengelola segala dinamika sosial, ekonomi dan politiknya.
Yodhisman juga menyebut, upaya penundaan pemilu seperti hendak melempar kembali sistem pemerintahan kepada masa-masa yang pernah mereka lawan, orde baru.
Baca Juga: Kapolri Sebut Pengungkapan Kasus Sabu Senilai Rp 1,43 Triliun di Pangandaran Selamatkan 5 Juta Jiwa
"Kita berharap bahwa setelah 98 proses transisi demokrasi itu tidak berlama-lama, makanya kita senang ketika 2004 itu mulai ada pemilihan presiden secara langsung, partisipasi rakyat itu langsung diakomodir dan kami berharap itu bisa ajek. Tapi ini ada ide set back kembali ke masa-masa atau model yang sebelumnya kita tolak," tuturnya.
Konsolidasi yang dilakukan oleh Aktivis 98 Unpad, kata Yodhisman, merupakan awalan saja. Ia menegaskan, konsolidasi akan terus dilakukan selama ide penundaan itu belum benar-benar surut. Ia mengajak aktivis 98 lainnya untuk turut menolak wacana itu.
"Kami mengajak elemen-elemen demokratis yakni elemen para aktivis 98 di seluruh tanah air, mahasiswa serta kelompok masyarakat lainnya untuk bersama merawat demokrasi dan semangat reformasi untuk melawan setiap upaya penyelewengan konstitusi," tegasnya.
Kontributor : M Dikdik RA
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri