- Sistem pengolahan air PIK2 menggunakan teknologi berlapis dari berbagai negara, memenuhi standar baku mutu air minum pemerintah.
- Air baku dari Sungai Tahang diolah melalui DAF, MGS, UF, dan BWRO sebelum didistribusikan ke konsumen.
- Kualitas air akhir diuji rutin oleh laboratorium independen seperti SGS, menunjukkan parameter seperti kekeruhan dan TDS aman.
SuaraJabar.id - Sistem pengolahan air di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) dinyatakan memenuhi standar kualitas air minum setelah melalui serangkaian pengujian laboratorium. Air yang dihasilkan dari instalasi Water Treatment Plant (WTP) di kawasan tersebut telah memenuhi parameter baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
Instalasi pengolahan air tersebut mengolah air baku dari dua sumber utama, yakni Sungai Tahang dan pasokan air dari PDAM, yang kemudian diproses melalui sejumlah tahapan penyaringan sebelum disalurkan kepada penghuni kawasan.
Air yang berasal dari Sungai Tahang terlebih dahulu dipompa menuju proses pretreatment, yaitu tahap pengolahan awal secara kimia dan fisika untuk mempersiapkan air sebelum memasuki tahap penyaringan lanjutan.
Setelah itu air menjalani proses penyaringan menggunakan teknologi membran ultrafiltration yang memiliki ukuran pori sangat kecil, sekitar 0,01 mikron. Dengan ukuran tersebut, partikel mikro seperti virus maupun bakteri tidak dapat melewati proses filtrasi.
Selain itu, air juga menjalani proses reverse osmosis, yaitu pemisahan antara air dan kandungan garam yang mungkin terdapat dalam air baku, mengingat lokasi kawasan yang relatif dekat dengan wilayah pesisir.
Setelah melalui berbagai tahapan pemurnian tersebut, air kemudian dialirkan ke reservoir atau bak penampungan sebelum didistribusikan ke rumah-rumah penghuni serta kawasan komersial.
Sementara itu, air yang berasal dari PDAM tidak perlu melalui proses pretreatment maupun reverse osmosis karena sudah berstatus air bersih. Air tersebut langsung masuk ke UF feeder tank untuk menjalani proses ultrafiltration sebelum masuk ke reservoir.
Water Treatment Plant Director Agung Sedayu Group Chrisnadi Pantjaindria mengatakan sistem pengolahan air di WTP PIK2 menggunakan sejumlah teknologi filtrasi modern yang bekerja secara berlapis.
“Proses penyaringan pertama menggunakan Dissolved Air Flotation (DAF) dengan kapasitas 1 x 83 liter per detik. Alat ini merupakan teknologi buatan Belanda dengan merek Redox,” ujar Chrisnadi, Senin (16/3/2026)
Baca Juga: Melalui Kolaborasi Program Air Bersih di Cibalong Tasikmalaya, Bank Mandiri Perkuat Komitmen ESG
Ia menjelaskan bahwa perawatan sistem tersebut dilakukan setiap hari agar kinerja pengolahan air tetap optimal.
“Maintenance dilakukan harian dengan membersihkan sludge serta melakukan pengecekan pada rotor,” katanya.
Setelah tahap DAF, air diproses kembali menggunakan Manganese Green Sand (MKS) dengan kapasitas 2 x 35 liter per detik.
“Media penyaringnya menggunakan manganese green sand dan alatnya berasal dari Brasil. Perawatannya dilakukan dengan proses backwash secara berkala setiap hari,” jelas Chrisnadi.
Tahap berikutnya adalah penyaringan menggunakan teknologi Ultra Filtration (UF) yang memiliki kapasitas 4 x 25 liter per detik dan merupakan produk dari Jepang.
Menurut Chrisnadi, sistem tersebut dilengkapi mekanisme backwash otomatis setiap satu jam untuk menjaga performa membran penyaring.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri