- Sistem pengolahan air PIK2 menggunakan teknologi berlapis dari berbagai negara, memenuhi standar baku mutu air minum pemerintah.
- Air baku dari Sungai Tahang diolah melalui DAF, MGS, UF, dan BWRO sebelum didistribusikan ke konsumen.
- Kualitas air akhir diuji rutin oleh laboratorium independen seperti SGS, menunjukkan parameter seperti kekeruhan dan TDS aman.
Setelah itu air kembali diproses menggunakan teknologi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) dengan kapasitas 2 x 19 liter per detik.
“Perawatan BWRO dilakukan setiap dua bulan atau ketika delta pressure sudah berada di atas tiga bar,” ujarnya.
Selain teknologi penyaringan berlapis, instalasi WTP PIK2 juga dilengkapi reservoir dengan kapasitas sekitar 10.000 meter kubik yang berfungsi menjaga stabilitas distribusi air ke seluruh kawasan.
Chrisnadi mengatakan sistem pengolahan air tersebut dirancang secara modular sehingga tetap dapat beroperasi meskipun sebagian unit sedang menjalani proses perawatan.
“Jika ada unit yang sedang maintenance, supply air tetap berjalan karena sistem pengolahan dirancang modular. Unit lain tetap beroperasi sehingga distribusi air tidak terganggu,” kata dia.
Hasil pengujian kualitas air menunjukkan tingkat kekeruhan air atau turbidity tercatat 0,19 NTU, yang masih berada dalam batas standar kualitas air minum yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, nilai pH air tercatat 7,71, masih berada dalam rentang standar yang ditetapkan pemerintah yaitu antara 6,5 hingga 8,5.
Adapun nilai Total Dissolved Solid (TDS) atau jumlah zat terlarut dalam air tercatat 16,54 mg per liter, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan pemerintah yaitu 300 mg per liter.
Selain pengawasan internal, kualitas air hasil pengolahan WTP PIK2 juga diuji secara rutin oleh laboratorium independen.
Baca Juga: Melalui Kolaborasi Program Air Bersih di Cibalong Tasikmalaya, Bank Mandiri Perkuat Komitmen ESG
Pengujian tersebut dilakukan oleh SGS, laboratorium yang telah terakreditasi ISO 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional.
SGS melakukan pengujian sampel air setiap bulan di lokasi WTP PIK2 untuk memastikan kualitas air tetap memenuhi standar kesehatan.
Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel outlet WTP PIK2 dengan nomor sampel SID BOG 10.30.357, seluruh parameter kualitas air berada dalam rentang baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Selain itu, hasil pemeriksaan dari UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah juga menunjukkan bahwa kualitas air hasil pengolahan WTP PIK2 memenuhi standar kualitas air minum yang ditetapkan pemerintah.
Dengan proses pengolahan berlapis serta pengujian kualitas secara berkala, instalasi WTP PIK2 menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung penyediaan air bersih bagi penghuni kawasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap