SuaraJabar.id - Empat orang tersangka kasus pengeroyokan di Majalaya, Kabupaten Bandung, akhirnya ditangkap polisi. Mereka yang masih tergolong anak di bawah umur itu terancam hukuman maksimal 5,6 tahun penjara.
Sebelumnya, video pengeroyokan mereka ramai tersebar di media sosial, di antaranya diunggah akun instagram @ciparay.id.
Dalam video, korban terlihat tengah jongkok di depan gerai sebuah toko. Seketika korban dihajar ramai-rama. Bahkan seorang tersangka menghantam korban dengan batu besar.
Menurut Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo, korban berinisial RF (16) adalah seorang pelajar. Ia dikeroyok tepatnya di Jalan Raya Rancajigang, Majalaya, Jumat, 15 April 2022 lalu, sekira pukul 00.15 WIB.
Kusworo melanjutkan, pada sore harinya, Kamis, 15 April 2022, pukul 17.00 WIB, korban sempat bertemu dengan beberapa tersangka. Korban dipalak, namun menolak memberikan uang.
"Terjadi pemalakan di situ, kemudian oleh korban tidak diberikan lalu korban kabur. Setelah itu, Jumat (15/4) pukul 00.15 korban mendatangi lagi anak-anak yang sebelumnya mukul, pada saat di TKP ketika belum sempat dijawab oleh yang diajak bicara, langsung dikeroyok," kata Kusworo kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Senin (18/4/2022).
"Sampai ada yang mengambil sebuah batu, niatnya dipukulkan ke kepala korban tapi kenanya punggung," katanya.
Kusworo mengungkapkan, saat video tersebut viral, kepolisian belum mendapatkan laporan dari pihak korban. Barulah setelah polisi mendatangi rumah korban untuk meminta klarifikasi, secara resmi pihak keluarga mengajukan laporan.
"Tanggal 16 April 2022, dilaporkan. Lalu tanggal 17 April, tidak sampai 24 jam tersangka berhasil kami amankan," katanya.
Baca Juga: Detik-detik Pengeroyokan Terekam CCTV, Netizen Bela Putra Siregar: Kalian Bisa Lewati Ujian Ini
Atas laporan itu, pihak kepolisian sebelumnya mengamankan sebanyak delapan orang. Setelah dimintai keterangan, hanya empat orang yang dianggap memenuhi unsur sebagai tersangka.
Keempat tersangka adalah DD (14), AH (16), A (15), dan MDJ (17). Selain itu, kata Kusworo, masih ada tiga tersangka lain yang kini buron. Keempat tersangka pun dijerat pasal 170 KUHP.
"Dari situ tersangka kami ambil keterangan, diterapkan pasal melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban dengan ancaman hukum maksimal, 5 tahun 6 bulan penjara," tandas Kusworo.
Kontributor : M Dikdik RA
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal
-
Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong
-
65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung
-
Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal
-
Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong