SuaraJabar.id - Seorang pengendara mobil heboh melihat ratusan penyapu jalan di wilayah Indramayu Jawa Barat hingga unggah ke media sosial.
Akun Instagram milik @rembolsuroboyo memposting video berisi rekaman dari dalam mobil menyoroti aksi ratusan penyapu jalanan di sepanjang jalur Pantura.
Si perekam yang merupakan salah satu pengendara merasa terkejut dengan adanya pemandangan ini. Tak henti ia menyoroti segerombolan warga yang berdiri berjajar sepanjang jalan dengan menenteng sapu lidi tersebut.
"Buset nyaponi duit Ki tradisi opo piye Ki," ucap pria dalam rekaman video itu.
Terdengar dari dalam mobil bahkan pria beserta para penumpang tak henti geleng kepala melihat fenomena para penyapu duit ini.
Lucunya, pemudik ini bukannya menyebut Ridwan Kamil sebagai pemimpin atas wilayah ini melainkan malah menyinggung Ganjar Pranowo atas apa yang mereka lihat.
"Pak Ganjar Iki masyakarate ngene piye Ki pak Ganjar," ucapnya.
Video postingan ini rupanya juga diikuti dengan kebingungan warganet lain yang melihatnya.
"Sedih melihatnya," ungkap akun @idea***.
Baca Juga: Viral Video Pemudik Angkut Motor Sampai Atap Mobil Penuh, Netizen: Itu Mah Pindahan
"Piye ki karepe yo ( gimana ini maunya ya)" timpal yang lain @ratu***.
"Iki nang ngendi lek?" tanya akun @farid***.
Melihat kebingungan dari para warganet ini sepertinya memang banyak yang belum mengetahui tradisi unik yang dijalankan masyarakat wilayah Desa Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Jika anda kerap melintasi wilayah jalur Pantura, pastilah tak asing dengan pemandangan para penyapu jalan yang berjajar di sepanjang Jembatan Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Dibawah teriknya matahari, warga sekitar yang diperkirakan mencapai seratus orang itu dengan kuatnya berdiri disepanjang jalan Jembatan Sawo Indramayu.
Mengenakan topi caping atau penutup kepala seadanya, tak lupa sapu lidi ditangan mereka rela berpanas panasan demi mendapatkan recehan dari warga yang melintas.
Sapu lidi yang mereka pegang bukan untuk menyapu jalan, melainkan digunakan untuk mengambil koin koin lemparan para pengendara. Tak ayal terkadang mereka berebut di badan jalan saat banyak koin yang bertebaran. Saat lelah mereka bahkan nekat duduk di trotoar atau depan tembok rumah warga yang berada di pinggir jalan.
Warga yang menyapu duit itu terdiri dari emak emak, pria dan wanita hingga anak anak.
Fenomena penyapu koin demi mendapatkan penghasilan tambahan ini rupanya juga dikaitkan dengan adanya tradisi yang didasari mitos.
Konon katanya dibawah Jembatan Sewo disebut sebagai tempat tinggal arwah mendiang Saedah dan Saeni yang meninggal di sungai tersebut.
Saeni penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya, sedangkan Saedah yang merupakan tukang kendang berubah menjadi Bunga Cempaka Putih.
Maka dari itulah munculah mitos bahwa setiap pengendara yang melintasi jembatan ini dipercaya akan selamat setelah melempar koin.
Banyak pengendara yang memercayai mitos tersebut sehingga mereka selalu melempar koin tatkala melintas agar diberi keselamatan selama perjalanan.
Namun seiring perkembangan waktu rupanya tradisi dari mitos ini kini menjadi ladang penghasilan tambahan bagi warga sekitar.
Beberapa diantara mereka mengaku memiliki pekerjaan sebagai petani, namun mendapat tambahan penghasilan dari menyapu duit ini.
Diketahui rata rata yang dihasilkan masing masing penyapu jalan jika pada musim lebaran seperti ini bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu rupiah perorangnya.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
-
Gelagat Istri di Tengah Isu Ridwan Kamil Selingkuh saat Lebaran: Tenang Menghanyutkan
-
Ustaz Ini Desak Ridwan Kamil Jujur soal Hubungan dengan Lisa Mariana: Tak Perlu Tes DNA
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Ridwan Kamil Bisa Digugat Perdata 2 Kali, Hotman Paris: Seseorang Tidak Bisa Dipaksa Tes DNA
-
Skandal Ayu Aulia: Cium Bibir Zikri Daulay hingga Dianiaya, Kini Heboh Jadi Selingkuhan Ridwan Kamil
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar