SuaraJabar.id - Tabir bentrok maut antara warga Kampung Parungsapi dan Peteuy di Jasinga akhirnya tersingkap. Satreskrim Polres Bogor menetapkan AF (20), seorang pemuda dari Kampung Peteuy, sebagai tersangka utama atas tewasnya WS (43), warga Kampung Parungsapi.
Di balik penetapan ini, terungkap sebuah fakta mengerikan, kematian WS bukanlah sebuah pengeroyokan membabi buta, melainkan hasil dari sebuah duel maut satu lawan satu di tengah amuk massa.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan intensif, baik korban maupun tersangka sama-sama berada di barisan terdepan saat bentrokan pecah pada 17 Agustus 2025 lalu. Keduanya maju dengan mempersenjatai diri menggunakan parang.
"Dari pemeriksaan tersebut didapatkan keterangan bahwa pada saat kejadian korban ini, WS ini juga terlibat duel, di baris depan, dengan tersangka AF," jelas AKBP Wikha, Kamis (21/8/2025).
Dalam konfrontasi sengit itu, keduanya saling serang. Namun, tusukan fatal dari AF berhasil mengenai tubuh WS. Tersangka AF pun tidak luput dari sabetan senjata tajam korban.
"WS ini juga membawa senjata, jadi terlibat duel dengan pelaku. Untuk pelaku sendiri dia, terdapat luka sayatan, dengan parang di kaki sebelah kiri," tambah Kapolres.
Hasil autopsi terhadap jenazah WS menunjukkan betapa brutalnya tusukan yang mengakhiri hidupnya. Sebuah luka tunggal namun sangat dalam menjadi penyebab kematiannya.
"Terdapat satu korban meninggal dunia yang berinisial WS, berumur 43 tahun yang bersangkutan meninggal karena tusukan benda tajam, tepatnya di perut sebelah kanan," kata AKBP Wikha.
Ia merinci lebih jauh, "Luka tusukan benda tajam, dengan lebar 3 cm, dan kedalaman 20 cm, yang menembus paru-paru dan hati." rincinya.
Baca Juga: Bogor Kuatkan Pendidikan Karakter, Gerakan Seribu Kata Positif Masuk Sistem Pembelajaran
Penetapan AF sebagai tersangka tunggal bukanlah tanpa dasar. Polisi telah melakukan proses investigasi yang cermat, dimulai dengan memeriksa 15 orang saksi dari kedua belah pihak.
Dari jumlah itu, pemeriksaan mengerucut hingga 9 orang, sebelum akhirnya semua bukti dan keterangan mengarah kuat pada AF.
"Dari keterangan-keterangan tersebut, kita cocokkan dengan, waktu itu ada video juga, kita cocokkan dengan video yang beredar," papar AKBP Wikha, menunjukkan bahwa bukti digital turut berperan dalam penyelidikan.
Atas perbuatannya, pemuda berusia 20 tahun itu kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat. Polisi menjerat AF dengan pasal berlapis.
"Pasal yang disangkakan yakni pasal 338, atau pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," tutup Kapolres.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Tag
Berita Terkait
-
Bogor Kuatkan Pendidikan Karakter, Gerakan Seribu Kata Positif Masuk Sistem Pembelajaran
-
80 Tahun Kemerdekaan: Refleksi dan Proyeksi untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera
-
DPRD Kota Bogor Tuntaskan Pembahasan KUA-PPAS 2026 di Tingkat Komisi
-
Sosialisasikan Raperda Ekraf, DPRD Kota Bogor Dorong Kebangkitan Industri Kreatif
-
Dendam 15 Tahun Akibat Sepak Bola: Tragedi Berdarah di Jasinga, Satu Warga Tewas Ditusuk Parang
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kontroversi Ibu Tiri Tersangka Kematian NS yang Masih Jadi Pegawai Kemenag di Sukabumi
-
Laba Tembus Rp57,132 Triliun, BRI Tegaskan Komitmen Dorong Ekonomi Kerakyatan
-
KPAI Desak Ayah Kandung NS Diproses Hukum: Terungkap Sering Siksa Anak Sebelum Tragedi Jampang Kulon
-
Tabrakan Beruntun 3 Kendaraan di Pamulihan Sumedang, 8 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
-
5 Poin Penting Ibu Tiri di Sukabumi Tersangka Hingga Ayah Kandung Dibidik Polisi