SuaraJabar.id - Beberapa pemudik yang akan pulang kampung menggunakan bus harus menunggu lama di Terminal Cicaheum, Kota Bandung lantaran bus yang bakal mereka naiki terjebak macet di sejumlah tempat.
Salah seorang pemudik bernama Rizki mengatakan, dirinya tidak masalah harus menunggu bus yang datang terlambat asalkan tetap berangkat mudik.
"Ya mau bagaimana lagi, karena mungkin puncaknya arus mudik jadi dimana-mana macet ya. Saya sih tidak masalah menunggu, asalkan tetap ada kendaraan buat berangkat," katanya, Sabtu (30/4/2022) dikutip dari Antara.
Sementara itu, uncak arus mudik Lebaran 2022 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat, terjadi pada H-3 atau Jumat (29/4/2022).
Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung, Roni Hermanto, Sabtu mengatakan sebanyak 2.455 orang penumpang telah diberangkatkan dari Terminal Cicaheum Bandung ke berbagai daerah di Jawa Barat dan luar Jawa Barat pada Jumat (29/4/2022).
"Jumlah penumpang yang diberangkatkan kemarin itu merupakan jumlah terbesar sejak H-7 Lebaran tahun ini. Jadi kemarin, kami sudah memberangkatkan sebanyak 2.455 orang penumpang, naiknya cukup signifikan dari hari-hari sebelumnya sejak H-7," kata dia.
Berdasarkan data yang dihimpun, Terminal Cicaheum di Bandung telah memberangkatkan sebanyak 3.500 penumpang ke berbagai daerah di Jawa Barat dan luar provinsi itu selama 25-27 April 2022.
Menurut Roni, jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan angka penumpang periode sama pada H-7 hingga H-5 Lebaran tahun 2019.
Dia bilang penurunan penumpang pada kurun waktu H-7 hingga H-5 tahun ini mencapai 70 persen dibandingkan dua tahun lalu.
Baca Juga: Bek Persib Bayu Fiqri Bahagia Bisa Mudik ke Jawa Timur: Macet Jadinya Sedikit Tidak Dirasa
"Lebaran tahun 2019, kurun waktu H-7 hingga H-4 lebaran kita bisa memberangkatkan sekitar 10 ribuan penumpang," kata dia.
Dia menuturkan sejak H-7 atau 25 April 2022 sampai H-3 atau 29 April 2022 kurang lebih sebanyak 10 ribu orang penumpang telah berangkat mudik dari Terminal Cicaheum.
Roni mengatakan bahwa pada hari Sabtu masih terdapat kendala kedatangan bus yang terlambat terutama dari Jalur Selatan Jawa Barat karena kemacetan parah di beberapa daerah jalur mudik.
"Hari ini juga kedatangan bus masih terlambat terutama yang dari arah Jalur Selatan karena terjadi macet parah di daerah Gentong, Malangbong, dan Limbangan. Keterlambatnya sekitar enam sampai tujuh jam," kata dia.
Roni menambahkan meskipun keterlambatan kedatangan bus mencapai enam hingga tujuh jam, sejauh ini tidak ada keluhan dari para pemudik karena para pemudik juga mengerti situasi yang terjadi.
"Mungkin mereka sudah melihat di media juga ya terjadi kemacetan dimana-mana jadi sudah paham situasi, jadi tidak ada yang complain," ujar Roni.
Berita Terkait
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Bojan Hodak Soroti Sosok Bernardo Tavares dan Pertahanan Persebaya Surabaya
-
Adam Alis Optimis Persib Raih Tiga Poin di Kandang Persebaya
-
Viking Ajak 193 Anak Yatim Nonton Persib, Doa Jadi Kekuatan Tambahan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Menteri Tegaskan Bandung Harus Punya Pabrik Listrik dari Sampah
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
Banjir Karawang Bukan Sekadar Faktor Alam, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas Tanggul yang Seadanya
-
Kunjungi Ponpes Fathul Ma'ani, Momen Kaesang Pangarep Main Kuis dengan Santri