SuaraJabar.id - Kemacetan yang terjadi di jalur selatan Jawa Barat pada masa arus mudik membuat pemudik asal Jabodetabek harus rela menghabiskan waktu belasan jam untuk pulang ke kampung halaman mereka yang ada di Priangan Timur seperti Tasikmalaya.
Belasan jam berada di balik kemudi atau duduk di dalam kendaraan bisa membuat pemudik kelelahan.
Seorang pemudik asal Tangerang, Banten bernama Apip misalnya. ia pingsan di dalam mobil saat melintas di kawasan Karangresik, Karangresik Kota Tasikmalaya, Rabu (4/5/2022) malam.
Ia lalu dievakuasi petugas medis ke Posko Gabungan Karangresik lalu dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
“Pemudik asal Tangerang pingsan, tadi berada di dalam mobil bersama istri dan anaknya.”
“Sempat dievakuasi ke pos untuk mendapatkan pertolongan pertama. Lalu dibawa ke RSUD Soekardjo,” ucap Petugas Medis Pos Pengamanan Karangresik, Rusmana, Kamis (5/5/2022).
Saat mengecek kondisi bersangkutan, secara umum bagus. Tensi normal dan suhunya norma, hanya saja nadinya lemah di angka 60.
“Khawatir kondisi semakin melemah dan denyut nadinya turun, korban kita rujuk ke rumah sakit melalui ambulans PSC,” singkatnya.
Sebagaimana diketahui, waktu tempuh untuk menuju Tasikmalaya dan sekitarnya mencapai belasan jam dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Pemudik Menuju Riau Sempat Terjebak Macet dari Sumbar, Pengendara Risau Besok Harus Kerja
Kemacetan terjadi sejak tol Cikampek, Purbaleunyi, Limbangan, Malangbong hingga Gentong Kabupaten Tasikmalaya.
Berita Terkait
-
Musim Kemarau Bikin Sungai Cisadane Surut
-
Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya
-
Pria Muda Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol
-
Sidak Pasar hingga Supermarket, Polda Metro Pastikan Stok Beras Aman dan Sesuai HET
-
50 Ribu Warga Tasikmalaya Terdampak Kekeringan
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini
-
Kemarau Panjang, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Krisis Air Bersih
-
KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati
-
Danny Setiawan, Birokrat Karier yang Menembus Kursi Gubernur Jawa Barat
-
Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia