SuaraJabar.id - Peristiwa kecelakaan maut terjadi kawasan Paripurna, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu sekitar pukul 18.00 WIB.
Kecelakaan maut ini melibatkan bus pariwisata yang berisi rombongan wisatawan. Para penumpang bus ini baru pulang berwisata di Panjalu.
Seorang warga setempat bernama Sandi mengatakan bahwa bus pariwisata melaju dari arah Panjalu menuju Panumbangan dengan kondisi jalan menurun.
"Para korban yang dari bus mereka habis pulang dari ziarah di Situ Panjalu," kata Sandi mengutip dari Antara.
Ia mengatakan bahwa bus yang melaju di turunan terlihat tidak terkendali lalu menabrak kendaraan yang parkir dan rumah warga di pinggir jalan itu.
Kecelakaan itu, kata dia, diketahui ada korban jiwa dan luka-luka, semuanya sudah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis.
"Berdasarkan informasi para korban berasal dari Balaraja, Tangerang, orang Panumbangan, dan warga Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya," katanya.
Sementara itu, menurut Kasatlantas Polres Ciamis AKP Zainul Arifin, ketika melintasi jalan yang menurun, bus diduga hilang kendali hingga menabrak rumah yang berada di tepian jalan dan kendaraan lainnya dari arah berlawanan.
“Menabrak mikro bus di pinggir kiri jalan kemudian nabrak motor dan mobil boks dari arah berlawanan. Ada tabrak 3 rumah warga,”
Baca Juga: Mengerikan! Penampakan Kecelakaan Bus Pariwisata di Ciamis Tabrak Rumah
Sedangkan untuk korban jiwa pada peristiwa nahas ini, data sementara dari pihak kepolisian menyebutkan korban meninggal dunia berjumlah tiga orang.
“Sementara data meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24 orang,” ujar AKP Zainul Arifin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa