SuaraJabar.id - Aksi heroik dilakukan prajurit TNI AD yang berhasil mengungkap dugaan penimbunan bahan bakar minyak atau BBM jenis solar, di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (26/6/2022).
Dugaan penimbunan solar subsidi tersebut terjadi di wilayah Cikembar dan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
TNI AD melalui Kodim 0607 Kota Sukabumi berhasil tangkap tangan truk boks modifikasi yang sedang menyedot solar di sebuah SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Tangkap tangan juga dilakukan di sebuah gudang di Kampung Cipanggulaan RT 01/03 Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, sekira pukul 23.15 WIB.
"Yang kita tangkap di Cikembar, kita ikuti, ternyata mereka gudangnya di sini (Parungkuda). Nanti oleh kepolisian akan didalami lagi, karena indikasinya masih ada beberapa tempat sampai ke arah Palabuhanratu," kata Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Dedy Ariyanto, mengutip dari Sukabumiupdate -jaringan Suara.com, Senin (27/6/2022).
Dedy mengatakan ketujuh orang yang diperiksa itu, tiga di antaranya diamankan dalam tangkap tangan di Cikembar dan empat lainnya saat tangkap tangan di Parungkuda. Modus mereka adalah mengambil solar dari SPBU dengan truk modifikasi, lalu dibawanya ke gudang.
"Kemudian mereka bawa lagi ke tempat-tempat pembelian mereka menggunakan truk tangki yang non subsidi," ucap Dedy. "Sementara yang sedang didalami taman-teman kepolisian di sini empat orang (Parungkuda) dan di sana tiga orang (Cikembar)," imbuhnya.
Menurut Dedy, gudang di Kampung Cipanggulaan RT 01/03 Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, pada awalnya adalah gudang air minum, namun sudah lama kosong. Aktivitas dugaan penimbunan ini, kata Dedy, sudah berjalan kurang lebih dua bulan.
"Nanti kita dalami, tapi masih orang Sukabumi, katanya ada dari orang Jakarta juga yang terlibat," ucap dia menjelaskan asal terduga pelaku.
Baca Juga: Ngeri! Ular Sanca Besar Bersarang di Bawah Keramik Rumah Warga Sukabumi
Total, TNI membongkar dugaan penimbunan sebanyak 5 ton BBM solar subsidi, dengan rincian dari truk boks modifikasi sebanyak 2 ton (Cikembar) dan di gudang sebanyak 3 ton (Parungkuda).
Kepala Desa Pondokkasolandeuh Ujang Sopandi mengaku tidak mengetahui aktivitas di gudang tersebut. Namun, dia membenarkan awalnya ini adalah gudang air namun, tetapi sudah lama kosong. "Informasi yang kami terima katanya disewa, tapi tidak tahu untuk apa," katanya.
Berdasarkan laporan warga yang diterimanya, Ujang menyebut di gudang itu sering terjadi kegaduhan seperti suara mesin dan musik yang keras.
"Saya tidak tahu aktivitas di sini. Laporan warga memang setiap malam terjadi kegaduhan, ada suara mesin, musik kencang," ucap dia.
Berita Terkait
-
Ngeri! Ular Sanca Besar Bersarang di Bawah Keramik Rumah Warga Sukabumi
-
Ingin Perkuat Kemitraan Militer dengan Uni Emirat Arab, Panglima TNI: Saya Sangat Serius
-
Pengamat: Laksamana Yudo Margono The Next Panglima TNI
-
Jenderal Andika Perkasa Tegaskan Prajurit TNI Terbukti Langar Hukum Wajib Hukum Secara Maksimal
-
Di Hadapan Komandan Satuan TNI AD, Komnas HAM Paparkan Larangan bagi Prajurit Terkait HAM
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan