SuaraJabar.id - Fenomena Citayem Fashion Week (CFW) mewabah ke sejumlah daerah. Demam street fashion itu menjadi magnet bagi daerah lain untuk menirunya. Salah satunya di Kota Cimahi.
Akses Jalan Gandawijaya di Kota Cimahi sempat dijadikan arena "Fashion Week", hingga viral di media sosial. Bedanya, street fashion diikuti kalangan dewasa hingga paruh baya dari berbagai kalangan.
Seperti video yang diunggah akun Instagram @infocimahi. Dalam video bertajuk "Cimitizen Fashion Week" itu, terlihat sejumlah orang dari berbagai kalangan menyebrangi Jalan Gandawijaya layaknya seorang model.
Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti pekerja toko, ojek online hingga pedagang di sekitar Jalan Gandawijaya. Mereka berlenggak-lenggok menirukan gaya model yang berjalan di atas catwalk.
"Cimitizen Fashion Week, gak mau kalah, meski dengan kearifan lokal nih," tulis Instagram @infocimahi.
Unggahan itupun mendapat beragam tanggalan dari para warganet.
"SCBD= Sudirman Cipageran Baros Dustira," tulis akun @reza_viboy.
Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, M Nur Effendi meminta masyarakat agar tak ikut latah menggelar peragaan busana di ruas jalan seperti di Citayam.
"Betul, kita sudah antisipasi biar tidak merembet ke Cimahi. Kita gandeng pihak-pihak terkait seperti kelurahan dan tokoh pemuda," imbuh Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Nur Effendi saat dihubungi.
Dia menegaskan, semua ruas jalan di Cimahi tak ada yang cocok dijadikan sebagai media peragaan busana seperti di Citayam. Apalagi ruas jalan memang bukan diperuntukkan bagi kegiatan semacam itu.
"Bahwa zebra cross dipakai fashion show itu kan bukan peruntukkannya. Enggak ada fashion show saja Cimahi ini kan sudah macet apalagi kalau ada seperti itu, makin macet nanti," kata Nur Effendi.
Sementara jika ada pihak-pihak yang ngotot menggelar kegiatan serupa Citayam Fashion Week maka bakal ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kalau kemudian kegiatan seperti itu menimbulkan kerumunan dan keramaian, lalu mengundang kemacetan nanti penindakannya jadi ranah kepolisian," pungkas Nur Effendi.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Mengapa Kehadiran Komunitas Pria Bertingkah Laku Seperti Wanita di Citayam Fashion Week Tak Didukung Pemerintah?
-
Ngamen Sejak Kecil, Bonge Mau Lanjut Sekolah dan Terima Tawaran Beasiswa Sandiaga Uno
-
Tewas Mengenaskan di Rumah Orang Tuanya, Tagar Kopda Muslimin Trending Topic di Twitter
-
Heboh Konten Jeje Slebew Joget Vulgar, Nitizen Berkomentar
-
Viral, Pria Penyandang Disabilitas Diduga Ditolak Naik KRL Oleh Petugas Stasiun Balapan Solo
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
Banjir Karawang Bukan Sekadar Faktor Alam, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas Tanggul yang Seadanya
-
Kunjungi Ponpes Fathul Ma'ani, Momen Kaesang Pangarep Main Kuis dengan Santri
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026