SuaraJabar.id - Kasus penembakan terhadap Rina Wulandari yang diduga diotaki suaminya, Kopda Muslimin, harus menjadi pelajaran bagi semua prajurit TNI.
Muncul persoalan rumah tangga merupakan hal yang wajar. Itu sebabnya, jangan menggunakan tindakan yang gegabah untuk menyelesaikan persoalan itu.
Mayor Jenderal TNI (Purn) TB Hasanuddin yang kini menjadi anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan hal itu untuk merespons kasus Muslimin. Setelah menjadi buronan polisi, Muslimin ditemukan meninggal di rumah orang tuanya, tadi pagi.
"Yang penting dari kasus ini harus diambil hikmah untuk para prajurit ya bahwa masalah keluarga bisa saja terjadi di dalam kehidupan rumah tangga itu hal yang wajar. Tetapi solusinya pun harus wajar juga. Jangan mengambil tindakan secara maut, yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan maut juga ya," kata Hasanuddin.
Hasanuddin berharap kepada para komandan TNI ikut memberikan pengarahan kepada anak buah masing-masing agar kasus serupa tak terulang di waktu mendatang.
Mengenai kasus penembakan terhadap Rina, meskipun Muslimin yang diduga menjadi dalang sudah meninggal dunia, menurut Hasanuddin tetap harus diproses hukum.
Sebelumnya, polisi telah menangkap empat orang yang menjadi eksekutor lapangan.
"Sementara kepada otaknya dalam hal ini anggota militernya ya selesai karena sudah meninggal ya," katanya.
Hasanuddin mengatakan autopsi terhadap jenazah Muslimin tetap dibutuhkan untuk memastikan penyebab dia meninggal dunia. [rangkuman laporan Suara.com]
Baca Juga: Fakta Bisnis Judi Togel Kopda Muslimin, Untung Buat Biayai Penembakan Istri
Berita Terkait
-
Soroti Pengamanan Demo 28 Oktober Bundaran HI, Legislator PDIP Ingatkan Prosedur Pelibatan TNI
-
Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan
-
Komnas HAM Sambut Putusan MK, Prajurit Pelaku Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
-
KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI
-
KSAD Minta Prajurit Hukum TNI AD Bersiap Hadapi Ancaman Kejahatan AI
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain