SuaraJabar.id - Keinginan untuk menjadi viral di media sosial tampaknya membuat beberapa orang bertindak keterlaluan. Tak terkecuali pasangan di video unggahan akun Instagram @infobandunglive berikut ini, yang menunjukkan detik-detik ketika mereka akan melaksanakan salat.
Tampaknya mereka akan mendirikan salat berjemaah, sehingga seharusnya jemaah laki-laki lah yang menjadi imamnya. Atau dengan kata lain jemaah laki-laki yang semestinya berdiri lebih di depan.
Namun yang dilakukan kedua orang ini sukses membuat publik kesal. Pasalnya jemaah laki-laki malah berdiri di belakang dan mereka hampir melaksanakan salat dengan formasi yang kurang tepat tersebut.
"Miris!!! Demi konten sampai menggadaikan iman serta mempermainkan rukun Islam," kritik @infobandunglive di kolom caption, seperti dikutip Suarajabar.id, Rabu (10/8/2022).
Terlihat jemaah perempuan, yang kemungkinan siap menjadi imam salat, sudah takbiratul ihram. Makmumnya pun hampir mengikuti, tetapi urung dan buru-buru ia menarik mundur wanita di depannya tersebut.
"Salah! Salah!" begitulah filter suara yang ditambahkan di video, tampaknya bermaksud membuat konten menjadi lebih lucu.
Apalagi karena wanita di video terlihat tertawa menghadap kamera, menguatkan dugaan kalau adegan tersebut terjadi dan sengaja direkam semata demi konten viral di media sosial.
Namun bukannya membuat terpingkal, tampaknya video ini justru memancing emosi banyak warganet. Postingan seketika dibanjiri kecaman, termasuk mempertanyakan di mana letak kelucuan konten yang mempermainkan agama seperti itu.
Bahkan ada warganet yang sampai mengutip terjemahan dari QS At-Taubah: 65 yang menerangkan mengenai menggunakan topik agama sebagai gurauan.
Baca Juga: Viral Baliho Puan Maharani Bertuliskan Penerus Presiden Jokowi, Pria Ini Beri Komentar Menohok
"Apa sih an**ng untungnya konten kayak gitu? (Serius nanya) Nggak sampai di otak saya, kan itu ibadah," kecam warganet.
"Lucu lucuan boleh tapi ngotak atuh, ibadah kok dipake bercanda, gob***!!!" kata warganet.
"Silahkan bercanda untuk perkara dunia, tapi tidak untuk perkara agama," tegas warganet yang lain.
"Saking pengen viral sampe menggadaikan keimanan," tutur warganet.
"Emang lucu???" imbuh warganet lain.
"Sangat tidak lucu, tidak edun dan tidak terpuji malahan mah jadi tercela karena ibadah dan kewajiban umat beragama di jadiin konten. Ini lah orang orang yang lagi stress," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Baliho Puan Maharani Bertuliskan Penerus Presiden Jokowi, Pria Ini Beri Komentar Menohok
-
Geger Video Sepasang Pelajar Berseragam Peluk-pelukan di Halaman Masjid, Netizen Murka: Nikahin Aja!
-
Geger Pemotor Lakukan Hal Tak Senonoh Terhadap Wanita di Minimarket, Pegang Bagian Sensitif Korban
-
Jalani Pernikahan Jarak Jauh, Istri Dikecewakan Gegara Suami Hamili Perempuan Lain, Malah Berencana Kawin Siri
-
Astaga! Viral, Seorang Bayi Dicekoki Rokok Vape Oleh Orang Dewasa
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru dari Pemerintah
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan