SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong langkah yang dilakukan Pemkot Bekasi, yang telah mengirimkan surat kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Surat tersebut yakni keinginan Pemkot Bekasi agar membatasi waktu truk yang akan melintas di jam padat.
"Kita sudah kirimkan surat supaya membatasi truk-truk besar di jam-jam siang di daerah padat seperti ini," ucap kang Emil saat berada di Bekasi.
Sebelumnya juga, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, atau yang biasa disapa kang Emil langsung mengunjungi sekolah buntuk kecelakaan maut di Kranji Bekasi, hingga menewaskan 10 orang yang mayoritas anak sekolah.
Sebelum mengunjungi Sekolah, Ridwan Kamil terlebih dahulu melihat para korban kecelakaan di RS Ananda Bekasi.
"Hari ini agenda saya datang kesini kemudian menengok ke Rs Ananda," katanya, kepada wartawan di lokasi.
Kehadiran Kang Emil ke SDN Kota Baru 2 dan 3, guna mengucapkan belasungkawa kepada para Guru yang ada di sekolah, atas kejadian maut tersebut.
Kang Emil sempat berdiskusi kepada kepala Sekolah SDN Kota Baru 2 dan 3.
Dirinya menyebut dalam diskusinya, akan ada evaluasi dalam waktu dekat, ketika para siswa pulang sekolah agar tidak langsung ke depan jalan.
Pun juga akan ada shelter khusus untuk orang tua siswa yang akan menjemput siswa di SDN Kota Baru 2 dan 3.
"Tadi saya diskusi dengan kepala sekolah (kepsek) jangka pendeknya kita atur lalin bergeraknya si anak-anak ini supaya tidak langsung muncul ke jalan besar, jadi mungkin lewat jalan samping dulu," ucap Ridwan Kamil.
Kang Emil pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas para keluarga korban kecelakaan tersebut.
"Mudahan-mudahan ini ada hikmahnya. Saya atas nama Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Barat menghaturkan rasa duka cita mendalam," ucapnya.
Kontributor : Danan Arya
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut di Bekasi, Ridwan Kamil Sebut Akan Ada Shelter Khusus Untuk Orang Tua Siswa Yang Menjemput
-
Jumlah Korban Laka Maut di Bekasi Jadi 33 Orang, Polisi Beberkan Faktanya
-
Kasus Kecelakaan Maut di Bekasi, KPAI : Anak-anak yang Selamat Berhak Dapatkan Pemulihan Psikologi
-
Anak SD Korban Kecelakaan di Bekasi Meninggal Jelang Hari Ulang Tahun, Permintaan Terakhir Tak Sempat Terwujud
-
Truk Maut Tewaskan Anak-anak SD Di Bekasi, KPAI: Perusahaan Harus Tanggung Jawab
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi
-
Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat