Andi Ahmad S
Selasa, 27 Januari 2026 | 20:17 WIB
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah korban bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). [ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww]
Baca 10 detik
  • Pada hari keempat longsor di Bandung Barat, Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan jenazah tambahan.
  • Hingga Kamis (29/1/2026), total 48 jenazah telah ditemukan, menyisakan 33 warga yang masih hilang.
  • Operasi kemanusiaan diperpanjang hingga 14 hari ke depan meski terhambat cuaca buruk dan medan.

SuaraJabar.id - Duka mendalam masih menyelimuti Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan untuk mencari korban tertimbun longsor terus berlanjut dengan intensitas tinggi.

Memasuki hari keempat pencarian, Kamis (29/1/2026), tim di lapangan berhasil mengevakuasi sejumlah korban, namun tantangan cuaca dan medan berat masih menjadi penghalang utama.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, memberikan pembaruan data yang cukup signifikan. Kerja keras ratusan personel gabungan membuahkan hasil dengan ditemukannya delapan kantong jenazah tambahan pada operasi hari keempat ini.

“Hari keempat ini kami menemukan delapan body pack. Sampai pukul 18.30 WIB total temuan sejak hari pertama mencapai 48 body pack yang telah diserahkan kepada Tim DVI,” ujar Ade, dilansir dari Antara.

Seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut agar bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan pemutakhiran data di posko utama, jumlah warga yang terdampak longsor tercatat bertambah menjadi 155 jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 75 orang dinyatakan selamat dan kini berada di pengungsian.

Namun, kabar pilu masih menghantui. Total warga yang dilaporkan hilang sejak awal kejadian mencapai 80 orang. Dengan ditemukannya 48 jenazah hingga Kamis petang, maka pekerjaan rumah Tim SAR masih sangat besar.

Ade merinci bahwa, masih terdapat 33 orang yang hingga kini dalam proses pencarian. Angka ini menjadi target utama operasi di hari-hari berikutnya.

Faktor alam menjadi musuh terbesar tim penyelamat. Ade Dian menjelaskan bahwa operasi pencarian sempat terhambat akibat hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya sejak pagi hari.

Baca Juga: Warga Sakit Harus 'Numpang' ke Tangerang, Ketua DPRD Desak Pemkab Bogor Bangun RS Baru

Tanah yang labil akibat hujan meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga keselamatan personel SAR juga menjadi prioritas.

“Hari ini kami mulai pukul 07.30 WIB dalam kondisi hujan hingga siang. Alhamdulillah sore hari cuaca cerah sehingga kami bisa menemukan delapan body pack,” ujar Ade.

Karena kondisi gelap dan faktor keamanan, operasi harian harus dihentikan sementara menjelang malam. “Untuk hari ini pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali,” katanya.

Guna memaksimalkan pencarian 33 korban yang masih hilang, Tim SAR gabungan melakukan penyesuaian strategi. Mereka memperluas wilayah pencarian dengan menggeser sebagian kekuatan personel dari sektor A2 menuju sektor B2. Keputusan ini diambil setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya potensi kuat keberadaan korban di area tersebut.

Operasi ini dipastikan tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk memastikan seluruh sumber daya dikerahkan.

“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” tegas Ade.

Load More