Hingga Minggu siang, tim SAR gabungan telah menemukan total 16 kantong jenazah korban longsor di Cisarua. Dari jumlah tersebut, 9 jenazah telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan data ante-mortem dan post-mortem (gigi, wajah, sidik jari) yang terintegrasi dengan data KTP elektronik, serta telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Bencana longsor ini mengakibatkan dampak sosial dan materiil yang besar, dengan rincian sekitar 80 orang masih dalam pencarian, lebih dari 30 rumah rusak, dan jumlah pengungsi mencapai kisaran 300 hingga 400 orang. Hal ini menunjukkan skala bencana yang mencakup puluhan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Penanganan korban dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Basarnas, BNPB, TNI, dan Polri. Polda Jabar memfungsikan Pos DVI di Puskesmas Pasirlangu sebagai pusat identifikasi tunggal untuk memastikan jenazah yang ditemukan dapat dikembalikan kepada keluarga dengan akurasi data yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis dan legal.
SuaraJabar.id - Minggu siang yang kelabu menyelimuti kawasan Puskesmas Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Sirine ambulans yang meraung silih berganti membawa kabar duka dari lokasi bencana longsor di Kecamatan Cisarua.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat merilis data terbaru yang menyayat hati jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi terus bertambah seiring kerja keras tim SAR gabungan di lapangan.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan korban jiwa. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Minggu siang, Pos Disaster Victim Identification (DVI) telah menerima total 16 kantong jenazah.
“Per pukul 12.00 WIB hari ini, jumlah kantong jenazah yang kami terima bertambah menjadi 16 kantong. Sebelumnya, pada hari kemarin kami telah mengekspos sebanyak 11 kantong jenazah,” kata Hendra, dilansir dari Antara.
Proses identifikasi menjadi fase krusial dan emosional bagi keluarga yang menanti kepastian. Kombes Pol. Hendra menjelaskan bahwa dari tambahan kantong jenazah yang masuk, tim ahli forensik bergerak cepat.
Kabar sedikit melegakan datang, di mana sembilan jenazah telah berhasil teridentifikasi.
Kecepatan proses ini didukung oleh integrasi teknologi data kependudukan yang canggih. Pos DVI tidak hanya mengandalkan metode manual, tetapi juga pencocokan data digital.
Hendra menambahkan bahwa Pos DVI telah berhasil mencocokkan data secara manual maupun digital melalui sistem elektronik yang terintegrasi dengan data tunggal kependudukan (KTP).
Metode post-mortem yang meliputi pengecekan gigi, struktur wajah, dan sidik jari menjadi kunci akurasi dalam mengembalikan identitas para korban.
Baca Juga: 80 Orang Masih Tertimbun, Basarnas Kerahkan Pasukan Khusus dan Robot Udara ke Bandung Barat
Di balik penemuan jenazah tersebut, tantangan besar masih menghadang di lokasi bencana. Data lapangan menunjukkan skala kerusakan yang masif. Hingga kini, diperkirakan masih ada sekitar 80 korban yang tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian intensif.
Dampak bencana ini juga melumpuhkan kehidupan warga sekitar. Lebih dari 30 rumah hancur, berdampak pada 34 kepala keluarga. Arus pengungsi pun membludak, dengan estimasi mencapai 300 hingga 400 orang yang kini bertahan di tenda-tenda darurat.
Polda Jabar telah menggunakan Pos DVI sebagai pusat penampungan jenazah hasil kerja keras Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, Polri, dan TNI. Sinergi lintas instansi ini terus dipacu berburu dengan waktu dan cuaca.
Momen paling berat adalah saat penyerahan jenazah kepada ahli waris. Hendra memastikan proses ini dilakukan dengan hati-hati dan penuh empati setelah data terkonfirmasi valid.
“Kami akan kembali melakukan rapat sebelum jenazah yang telah teridentifikasi diserahkan kepada keluarga yang sejak pagi telah menunggu di lokasi,” katanya.
Berita Terkait
-
80 Orang Masih Tertimbun, Basarnas Kerahkan Pasukan Khusus dan Robot Udara ke Bandung Barat
-
Longsor Proyek di Jatinangor: 3 Pekerja Tewas, 3 Lainnya Masih Tertimbun Material
-
Longsor dan Genangan Air Tutupi Jalur KA Purwakarta-Ciganea, Cek Daftar Kereta yang Tertahan
-
Pencarian 3 Korban Tertimbun di Arjasari Bandung, Status Tanggap Darurat Ditetapkan!
-
Lereng Gunung Sinapeul Longsor, 100 KK di Arjasari Dievakuasi Darurat Malam Ini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
16 Jenazah Dievakuasi, Tim SAR Terus Sisir 80 Korban yang Masih Tertimbun di Cisarua
-
80 Orang Masih Tertimbun, Basarnas Kerahkan Pasukan Khusus dan Robot Udara ke Bandung Barat
-
Program Bupati Rudy Susmanto Sentuh Masjid Kecamatan, Jaro Ade Titipkan Bantuan Rp100 Juta
-
Ustaz Abdul Somad Hadiri Isra Miraj di Kabupaten Bogor 24 Januari, Pemkab Siapkan Jamuan Ini
-
Perkuat Pemberdayaan Desa, BRI Kembali Raih Penghargaan di Puncak Hari Desa Nasional 2026