-
Bupati Dadang Supriatna memimpin evakuasi longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung, mencari tiga warga (Aisyah, Citra, Alfa) yang tertimbun sejak Jumat sore.
-
Pencarian korban dilakukan manual oleh 100 personel Tim SAR Gabungan karena kondisi tanah labil dan risiko longsor susulan, sehingga alat berat belum dipakai.
-
Pemkab Bandung menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana (5–14 Des 2025) di 15 kecamatan terdampak cuaca ekstrem dan mengimbau warga rawan mengungsi.
SuaraJabar.id - Cuaca ekstrem yang mengepung wilayah Jawa Barat kembali memakan korban. Duka mendalam kini menyelimuti Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.
Peristiwa tanah longsor yang terjadi pada Jumat (5/12/2025) sore tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menimbun tiga orang warga yang hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, tidak tinggal diam di balik meja. Ia turun langsung ke zona merah bencana untuk memimpin operasi penyelamatan. Langkah gercep (gerak cepat) ini diambil mengingat kondisi medan yang sangat berisiko.
“Kami mendapat laporan sekitar pukul 17.00 WIB. Tim BPBD langsung merespons dari Posko Baleendah, namun evakuasi tidak dapat dilakukan karena minim penerangan dan kondisi tanah labil,” katanya dilansir dari Antara.
Data korban yang masih dalam pencarian cukup menyayat hati, karena melibatkan tiga generasi berbeda, mulai dari lansia, Gen Z, hingga anak-anak. Identitas ketiga korban yang dilaporkan hilang tertimbun material tanah adalah:
- Aisyah (60)
- Citra (20)
- Alfa (10)
Berdasarkan pemetaan di lapangan, posisi korban terpisah di dua titik berbeda. Dua korban diperkirakan terjebak di area reruntuhan rumah, sementara satu korban lainnya diduga terseret hingga ke sekitar bantaran sungai.
“Demi keselamatan bersama, kami mengimbau masyarakat tidak memasuki areal longsor maupun zona pencarian. Hanya petugas yang boleh masuk,” ujar Bupati.
Operasi SAR kali ini menghadapi tantangan teknis yang berat. Meskipun Tim SAR Gabungan telah menurunkan sekitar 100 personel dari berbagai instansi dan relawan, penggunaan teknologi alat berat masih ditahan. Kondisi tanah yang masih sangat gembur dan labil dikhawatirkan akan memicu bencana susulan jika dipaksakan.
“Alat berat sudah siap, tetapi penggunaannya berisiko memicu longsoran tambahan. Untuk sementara pencarian dilakukan manual,” jelas Dadang.
Baca Juga: Lereng Gunung Sinapeul Longsor, 100 KK di Arjasari Dievakuasi Darurat Malam Ini
Melihat eskalasi bencana yang meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengambil langkah strategis. Bupati Dadang secara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana yang berlaku mulai 5 hingga 14 Desember 2025.
Keputusan ini diambil karena longsor di Arjasari hanyalah satu dari sekian banyak titik bencana. Sedikitnya ada 15 kecamatan di Kabupaten Bandung yang kini terdampak cuaca ekstrem. Status ini memungkinkan pemerintah untuk memobilisasi sumber daya anggaran dan logistik secara lebih cepat dan fleksibel.
Di tengah upaya penanganan, Dadang Supriatna juga menyoroti akar masalah ekologis yang memperparah dampak bencana. Ia memberikan ultimatum keras kepada oknum-oknum yang masih melakukan alih fungsi lahan atau perusakan hutan di wilayah hulu.
“Kepada pihak yang masih merusak hutan, saya tegaskan untuk menghentikan kegiatan tersebut. Risiko bencana semakin besar,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Lereng Gunung Sinapeul Longsor, 100 KK di Arjasari Dievakuasi Darurat Malam Ini
-
3 Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera Menurut Pakar IPB
-
Banjir Sumatera Bukan Murni Bencana Alam, Pakar IPB Sebut 'Pesan Kematian' dari Pembalakan Liar
-
Jalan Pasir Koja Bandung Mencekam! Dua Kelompok Bentrok Diduga Rebutan Lahan
-
Kecelakaan Ganda di Tol Cisumdawu, Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Sebenarnya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama